lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Warga Desa Api-Api, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Kusan, Jumat malam (11/7/2025). Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam.
Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Arief Prasetya, melalui Kasi Humas IPDA Supriyo Sanyoto membenarkan peristiwa tersebut.
“Ya Mas, jenazah yang belum diketahui identitasnya (Mr. X) ditemukan oleh nelayan dalam kondisi mengenaskan. Dugaan sementara korban tenggelam. Kami masih menunggu hasil visum dari RSUD,” ujar IPDA Supriyo, Sabtu (12/7/2025).
Menurut keterangan saksi, Abdul Latif (45), warga Desa Penyolongan, saat itu ia tengah pulang dari memancing udang menggunakan perahu kecil. Ketika melintas di kawasan sungai, ia melihat sesosok tubuh mengambang.
Ia kemudian segera kembali ke darat dan melapor kepada Kepala Desa Rantau Panjang Hulu, Amaluddin. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meninjau lokasi penemuan menggunakan speedboat, dan diteruskan ke Polsek Kusan Hilir.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang-barang yang diduga milik korban, berupa satu lembar kaus warna putih hitam dan satu celana jeans cokelat.
IPDA Supriyo menjelaskan, setelah menerima laporan masyarakat, pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian, melakukan koordinasi dengan Tim Inafis Polres Tanah Bumbu, dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Andi Abdurahman Noor untuk keperluan visum.
Berdasarkan pemeriksaan awal Tim Inafis, diperkirakan jenazah telah berada di air selama lebih dari tiga hari. Tubuh korban dalam kondisi membengkak, lengan kiri terputus, dan bagian kepala mengalami kerusakan akibat proses pelapukan.
“Hingga kini belum ada laporan orang hilang yang cocok dengan ciri-ciri korban dari desa-desa di wilayah Kusan Tengah maupun Kusan Hilir. Kami terus berkoordinasi dengan para kepala desa dan Bhabinkamtibmas untuk melacak identitas korban,” terang IPDA Supriyo.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat guna mempercepat proses identifikasi.
Editor: Muhammad Tamyiz


