lenterakalimantan.com, TAMIANG LAYANG – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur (Diskominfosantik Bartim), Kalimantan Tengah, menggelar pertemuan dengan insan media yang menjadi mitra pemerintah daerah selama ini, (Jumat, 15/8/2025) di Ruang Rapat Bupati Barito Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kominfosantik Bartim Dwi Aryanto, yang diwakili Sekretaris Dinas Limer dan Kepala Bidang Pengelolaan Pelayanan Informasi Daerah (PPID) Wayan Cakre, menyampaikan hasil verifikasi sementara, dari 51 media yang mengajukan berkas kelengkapan. Dari ke-51 media itu, 11 di antaranya, dinyatakan belum lolos.
“Namun demikian, kami masih memberikan kesempatan pada rekan-rekan media ini, untuk melengkapi kembali berkas yang masih belum lengkap. Kami tunggu sampai tanggal 19 Agustus 2025 mendatang, pada jam kantor,” ujar mereka.
Limer juga menyampaikan bahwa pada rapat ini, mereka ingin membahas beberapa poin yang tidak masuk dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bartim Nomor 21 Tahun 2025. Seperti, apakah bisa satu perusahaan punya dua media berbeda (satu cetak, satu online) dengan wartawan masing-masing.
Pertanyaan itu pun mendapatkan respon dari para wartawan. Salah satu jurnalis senior di Bartim, Anigoru, menyarankan agar hal tersebut juga mengacu pada azas manfaat. Apa yang diberikan media tersebut, kepada daerah, jika beritanya sama saja? Dan seperti usulan beberapa wartawan lainnya, mereka mengusulkan agar satu wartawan bekerja untuk satu media dan satu perusahaan.
Selain itu, aktifnya wartawan di lapangan, juga menjadi sorotan. Karena selama ini, sekian tahun mereka bergaul bersama di lapangan, sangat mengenal siapa rekan-rekan yang aktif meliput, ataupun yang muncul hanya pada saat tertentu seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri, Natal atau Idul Adha saja
“Wartawan yang aktif, tentunya akan memberikan kontribusi bagi daerah lewat beritanya. Maka dari itu, ayolah, saya mengajak rekan-rekan yang ada, juga meningkatkan keaktifannya. Dari intensitas kita, akan ada hasil yang memadai pula,” komentar Agustinus Bole Malo, salah seorang wartawan yang dikenal aktif reportase.
Penulis: Nia Tuniah
Editor: Can


