lenterakalimantan.com, BALANGAN – Keselamatan gedung pemerintahan dari ancaman kebakaran menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan. Sebagai langkah antisipatif, BPBD menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Proteksi Dini dan Standar Safety Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Kantor Pemerintahan Tahun 2025 selama dua hari.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Balangan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan aparatur terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya di area perkantoran.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum semua kantor pemerintahan di Balangan memiliki sistem proteksi dini dan standar keamanan kebakaran yang memadai. Padahal, sistem tersebut sangat penting untuk melindungi keselamatan jiwa pegawai, menjaga arsip dan dokumen penting, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan lancar ketika terjadi keadaan darurat.
“Kami mengharapkan melalui kegiatan ini dapat terbentuk lingkungan kerja yang aman dari bahaya kebakaran, terutama di gedung-gedung pemerintahan yang menjadi pusat pelayanan masyarakat,” ujar Rahmi, Sabtu (27/9/2025).
Rahmi menambahkan, kegiatan Bimtek ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana non-alam, dengan memberikan pemahaman praktis tentang cara pencegahan, penanganan awal, serta penggunaan alat pemadam kebakaran yang benar.
“Musibah kebakaran tidak dapat diramalkan. Karena itu penting bagi seluruh instansi memiliki kewaspadaan dan sistem proteksi yang baik. Sejak status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditetapkan pada Agustus hingga September 2025, sudah terjadi lima kali peristiwa kebakaran di wilayah Balangan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, hadir narasumber dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Paringin serta Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Selatan, yang memberikan materi terkait standar sistem proteksi dini, mekanisme evakuasi, serta tata cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan perkantoran.
Sementara itu, Wakil Bupati Balangan, H. Akhmad Fauzi, yang turut membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan langkah nyata Pemkab Balangan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan birokrasi.
“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk upaya pencegahan sekaligus langkah strategis untuk mengantisipasi risiko kebakaran di gedung-gedung pemerintahan. Sebab, jika kebakaran terjadi, bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga bisa mengancam keselamatan jiwa serta menghambat pelayanan publik,” ujarnya.
Akhmad Fauzi berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini benar-benar memahami dan menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat kerja masing-masing. Ia menegaskan bahwa keselamatan kantor pemerintahan merupakan tanggung jawab bersama seluruh ASN dan pegawai daerah.
“Mari bersama membangun budaya safety di lingkungan kerja. Tingkatkan koordinasi, kerjasama, dan kewaspadaan antarinstansi agar kita lebih sigap, terlatih, dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran,” tandas Wakil Bupati Balangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh instansi pemerintahan di Kabupaten Balangan semakin sadar pentingnya pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran, serta mampu menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan tanggap bencana.
Editor : Tim Redaksi


