lenterakalimantan.com, BALANGAN – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana terus digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tahun ini, BPBD Balangan berencana mengajukan enam Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk berkompetisi dalam ajang Destana Awards Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Keenam desa yang diusulkan mewakili berbagai wilayah dengan tingkat kesiapsiagaan bencana yang dinilai sudah cukup baik, yakni Desa Baruh Penyambaran, Desa Galumbang, Desa Bungur, Desa Pimping, Desa Juai, dan Desa Muara Jaya.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah melengkapi berbagai data dukung serta indikator penilaian yang menjadi syarat utama untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut. Proses ini juga akan dikawal langsung oleh Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, agar sesuai dengan standar penilaian pusat.
“Kami sudah berkoordinasi dan berkonsultasi ke BNPB di Jakarta terkait pemenuhan data dukung untuk ajang Destana Awards Tingkat Nasional Tahun 2025. Semua administrasi dan bukti kegiatan sedang kami lengkapi,” ujar Rahmi, Senin (29/9/2025).
Menurut Rahmi, Destana Awards merupakan bentuk penghargaan nasional yang diberikan kepada desa-desa yang dinilai memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Penilaian meliputi kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, partisipasi masyarakat, serta kemampuan adaptasi terhadap risiko bencana.
“Konsep Desa Tangguh Bencana ini menekankan pada kemandirian masyarakat desa. Mereka tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan kolektif dalam melakukan mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahmi optimistis enam desa yang diusulkan memiliki peluang besar untuk lolos dalam penilaian karena selama ini telah aktif mengimplementasikan program-program penanggulangan bencana di tingkat lokal. Masyarakatnya juga dinilai cukup responsif terhadap berbagai pelatihan dan simulasi yang digelar BPBD Balangan.
“Kami meyakini enam Destana yang diajukan sudah memenuhi kriteria ketangguhan. Mereka memiliki struktur organisasi siaga bencana, peta risiko wilayah, serta masyarakat yang sadar akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujarnya.
Rahmi menambahkan, ajang Destana Awards 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi bagi BPBD untuk mengukur sejauh mana program pembinaan desa tangguh yang telah dijalankan selama ini.
“Kami berharap dari enam desa yang diajukan, ada yang berhasil lolos dan meraih penghargaan nasional. Itu akan menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi desa-desa lain untuk terus memperkuat ketangguhan bencana,” pungkasnya.
Dengan partisipasi ini, BPBD Balangan berharap kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana semakin meningkat. Desa yang tangguh bukan hanya mampu bertahan saat bencana datang, tetapi juga cepat pulih dan bangkit bersama.
Editor : Tim Redaksi


