lenterakalimantan.com, TANJUNG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabalong melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), menggelar Workshop Satu Desa Satu Wifi gratis untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat, Rabu (22/10/2025).
Workshop dengan tema Internet Produktif dimoderatori oleh Kabid IKP Diskominfo, Rully Febriansayah, bertempat di Aula Kantor Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak.
“Melihat yang hadir di tempat ini, kami lihat hampir semuanya memegang handphone android. Karenanya bukan hal asing lagi bagi masyarakat desa ini berhubungan dengan internet,” ujar Rully, mengawali memandu kegiatan workshop.
Kepala Desa Kasiau Raya, Adha Riyadi, mengatakan selama ini pihaknya telah dan terus berupaya memaksimalkan perluasan jaringan internet di desa setempat. Supaya tidak lagi dicap sebagai salah satu desa blankspot atau tidak terjamah sinyal internet.
“Apalagi sekarang masyarakat dalam fase kecanduan handphone dan internet. Sehingga kami berupaya keras agar masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan sinyal,” kata Adha.
Sistem digital desa yang baik menurutnya akan mempermudah akses dalam pelayanan pemerintahan dan aspek pemasaran.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 kita siap. Juga termasuk rencana kami menyiapkan staf khusus untuk sistem digital desa. Terima kasih Diskominfo,” ucap Adha mengakhiri.
Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani, mengatakan narasumber yang dihadirkan pihaknya sudah dikenal luas, yaitu Awik Hadi Widodo dari Jika Maka.
“Semoga dari workshop ini nanti masyarakat semakin mahir digital. Masyarakat mengertu literasi digital dan internet sehat,” ujar Eddy.
Dia menyebutkan sebanyak 229 juta penduduk Indonesia saat ini terkoneksi internet. Kecuali mereka yang sudah tua dan masih balita. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia merilis Indeks Masyarakat Digital Kabupaten Tabalong berada pada peringkat ketiga di Provinsi Kalimantan Selatan dengan angka indeks sebesar 51,74 persen.
Eddy menambahkan tentang produk digital, antara lain berupa media sosial, streaming, e-commerce (jual beli di internet), website, Artificial Intelegence (AI) dan lainnya. Pelatihan yang diberikan kepada peserta meliputi literasi digital, kompetensi literasi digital, etika di ruang digital, digital memangkas batas, social media safety, serta digital skill.
Editor: Rizki


