lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Memasuki hari keempat penanganan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Tim Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur terus mengintensifkan pelayanan dasar bagi warga terdampak, terutama di sektor kesehatan dan pemenuhan kebutuhan pokok.
Tim relawan gabungan yang terdiri atas BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan tersebut melaksanakan kegiatan kemanusiaan pada Minggu (21/12/2025).
Ketua Tim Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Kaltim, Sugeng Riyanto, mengatakan relawan terus bekerja optimal dalam penanganan pascabencana, khususnya pada pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Tim kesehatan melakukan pemeriksaan di beberapa titik, antara lain Desa Kaseh Sayang, Masjid Mayak Payed, dan Kampung Maraude,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan, tim dapur umum juga menyiapkan sekitar 6.000 nasi bungkus setiap hari yang didistribusikan tiga kali, yakni pagi, siang, dan malam. Bantuan makanan tersebut diperuntukkan bagi para pengungsi, sekaligus untuk konsumsi unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta komunitas yang terlibat dalam pembersihan lumpur di fasilitas umum.
Sugeng menambahkan, tim kesehatan Kaltim mencatat sebanyak 318 kunjungan warga untuk pemeriksaan kesehatan di Kecamatan Mayak Payed. Sejumlah diagnosis yang ditemukan meliputi diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), campak, penyakit kulit, dispepsia, serta layanan kesehatan bagi ibu hamil. Pemeriksaan dilakukan di Desa Kaseh Sayang, Desa Maraude, dan Masjid Mayak Payed.
Di sisi lain, tim BPBD turut melakukan pembersihan lumpur di fasilitas umum dan Puskesmas Kecamatan Mayak Payed, serta memasang instalasi air bersih baru bersama tim KNPI di beberapa titik di Kecamatan Babo.
Pemasangan instalasi air bersih juga dilakukan di Desa Babo, Dusun Rindu, dan Desa Pantai Ceumpa, Kecamatan Bandar Pusaka.
Sugeng memaparkan, kondisi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang secara umum mulai berangsur membaik. Aliran listrik telah kembali normal dan jalan provinsi sudah dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, masih terdapat kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi, terutama air bersih, tandon air, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
“Kami para relawan di posko bersama tim lainnya, termasuk pemerintah daerah, terus bahu-membahu memberikan bantuan agar kebutuhan dasar para korban bencana di Aceh Tamiang dapat terpenuhi,” pungkasnya.












