lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut menyebutkan bahwa debit banjir rob dan genangan di sejumlah wilayah terdampak saat ini mengalami penurunan.
Penurunan terjadi seiring berkurangnya intensitas hujan dalam waktu dua hari terakhir.
Kepala BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, mengatakan penurunan banjir rob dan genangan terpantau di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur dari hasil pengukuran tinggi Muka Air (TMA)
“Ini kabar gembira untuk kita semua dengan adanya penurunan debit air sekitar 2-5 sentimeter, di Desa Benua Raya, Desa Bati-Bat, Handil Negara dan Handil Birayang Bawah,” katanya, Senin (12/1/2026).
Meski penurunannya belum terlalu signifikan, tapi jalan poros yang sebelumnya terdampak banjir kini sudah dapat dilalui kendaraan.
Aspi menambahkan, pihaknya menerima informasi dari BPBD Provinsi Kalsel bahwa pada 9 Januari lalu ada modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah rawan terdampak banjir.
“Saya juga berharap modifikasi cuaca yang dilaksanakan BNPB dan BMKG pada Jumat kemarin dirasakan imbasnya di Tanah Laut. Sementara untuk jumlah KK yang terdampak banjir rob dan genangan di Tanah Laut belum berubah masih sama dari awal,” pungkasnya.
Salah satu warga Desa Banua Raya RT 03 yang terdampak banjir, Muhammad Iqbal, mengatakan penurunan genangan air sudah terjadi sekitar tiga hari. Bahkan saat ini aktivitas warga sudah kembali normal dan kendaraan roda dua dapat kembali melintas.
“Ya, warga sudah dapat beraktivitas lagi menggunakan kendaraan sepeda motor di jalan yang masih tergenang air,” ungkapnya.
Walau sudah mengalami penurunan debit air, warga mengaku masih terus waspada terhadap potensi banjir susulan selama cuaca masih belum menentu.
Editor: Rizki












