lenterakalimantan.com, TANJUNG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong menggelar sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek), di Gedung Informasi, Tanjung, Senin (12/1/2026).
Acara dihadiri Wakil Bupati Tabalong, Habib M. Taufani Alkaf, sekaligus membuka secara resmi.
“Kalau tidak ada data yang akurat dan benar kita tidak bisa menindaklanjuti masalah stunting ini, maka dari itu kalau ada agenda lain tunda dulu, ikuti kegiatan ini,” kata Taufani dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan kepada kepala Puskesmas, untuk memastikan data benar-benar diinput dengan baik dan teliti.
“Agar nantinya dalam menganalisis dan menangani masalah tersebut bisa tepat sasaran serta benar-benar turun angka stuntingnya,” tegasnya.
Ia yakin apabila seluruh pihak bergotong-royong, bekerja dengan ikhlas, tegas dan tepat sasaran, angka stunting Tabalong akan turun.
“Semoga terbangun kesamaan persepsi terhadap ASN kita di tingkat kecamatan dan puskesmas serta menguatnya sinergitas lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting,” terangnya.
Adapun sosialisasi dan bimtek ini mengenai pelaporan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada aplikasi Aksi Konvergensi Bina Bangda Kemendagri.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Baperidda Tabalong, Arianto, melaporkan angka stunting Kabupaten Tabalong di tahun 2025 mengalami peningkatan.
“Angka stunting di Tabalong pada 2025 mengalami peningkatan yakni sebesar 23,1 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 18,1 persen,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Kemendagri menyediakan aplikasi ini untuk memantau kinerja pemerintah daerah dalam pemerintah daerah terkait percepatan dan penurunan stunting.
“Sistem ini beberapa kali mengalami perubahan, khususnya pada mekanisme pelaporan dan pengisian data,” katanya.
Editor: Rizki












