lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat penanganan banjir di Kabupaten Banjar dengan mendirikan dapur umum bagi warga terdampak.
Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi, mengatakan dapur umum yang saat ini beroperasi di Kecamatan Sungai Tabuk merupakan yang kedua. Sebelumnya dapur umum didirikan di Kecamatan Martapura Barat, berkapasitas 6.000 paket makanan per hari
“Di Martapura Barat jumlah warga terdampak mencapai sekitar 17 ribu jiwa. Namun bantuan makanan siap saji ini diprioritaskan bagi warga yang sudah tidak dapat lagi beraktivitas,” ujar Achmadi.
Sementara itu, dapur umum di Kecamatan Sungai Tabuk berkapasitas 5.000 paket makanan setiap hari. Di lokasi pengungsian Sungai Tabuk tercatat sekitar 200 warga mengungsi, sementara sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.
“Artinya, tidak dilakukan evakuasi besar-besaran seperti saat banjir tahun 2021 lalu,” jelasnya.
Achmadi menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan siap saji. Penanganan banjir juga mendapat dukungan dari Kementerian Sosial, termasuk bantuan peralatan rumah tangga seperti kasur, terpal, dan sandal bagi warga terdampak.
Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Banjir
Seiring masih tingginya intensitas banjir, Pemerintah Kabupaten Banjar memperpanjang masa tanggap darurat banjir. Menurut Achmadi, perpanjangan ini memudahkan pemerintah dalam melakukan berbagai aktivitas kemanusiaan di lapangan.
“Kita juga mewaspadai ketinggian debit air di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, termasuk Kecamatan Kurau di Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.
Untuk wilayah Tanah Laut, Dinas Sosial setempat telah membuka dapur umum khusus di Kecamatan Kurau guna melayani masyarakat terdampak banjir. Sementara itu, kondisi di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala masih terus dipantau.
Ia menegaskan, pendirian dapur umum akan terus dilakukan sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu permintaan resmi dari masyarakat.
“Dapur umum terus kita pantau. Jika perlu dibuka, maka harus dibuka. Ini adalah bukti negara hadir untuk masyarakat yang menjadi korban bencana,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya berharap dapat mendorong terbentuknya dapur mandiri di masyarakat.
“Semua peralatan dan bahan baku sudah kita siapkan agar ke depan masyarakat bisa lebih mandiri dalam kondisi darurat,” pungkas Achmadi.
Editor: Rizki


