Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membentuk wartawan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan semangat kebangsaan.
“Diklat Bela Negara ini menekankan pembentukan disiplin, solidaritas, dan kesadaran wartawan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara,” kata Badar.
Ia menambahkan, seluruh peserta akan mengikuti kegiatan secara kolektif tanpa pembagian kelompok terpisah guna memperkuat rasa kebersamaan dan komitmen bersama.
Dari aspek teknis, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan mengikuti Diklat Bela Negara selama tiga hari dan berhak memperoleh Sertifikat Bela Negara setelah dinyatakan lulus.
Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh kegiatan tersebut.
“Kami siap dan merasa terhormat menyambut para wartawan PWI dalam Diklat Bela Negara ini,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PWI, antara lain Wakil Ketua Bidang Organisasi Musrifah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Kadirah, Wakil Ketua Satgas Anti Hoaks Mercys Charles Loho, serta Wakil Ketua Bidang Humas Akhmad Dani.
Dalam persiapan akhir juga ditegaskan tata tertib peserta, termasuk pembatasan penggunaan telepon genggam, larangan merokok di barak, serta pengaturan jam istirahat malam sebagai bagian dari pembinaan mental, disiplin, dan tanggung jawab kebangsaan.
Editor : Tim Redaksi


