• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Mulai Bertahap, BMKG Ungkap Wilayah Paling Awal Terdampak
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Mulai Bertahap, BMKG Ungkap Wilayah Paling Awal Terdampak
ArtikelNasional

Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Mulai Bertahap, BMKG Ungkap Wilayah Paling Awal Terdampak

Muhammad Tamyiz
Last updated: Januari 26, 2026 7:03 am
Muhammad Tamyiz
Share
5 Min Read
SHARE

Hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur berbagai wilayah Indonesia sejak awal 2026. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Situasi tersebut membuat publik mempertanyakan kapan musim kemarau akan mulai terjadi. Menjawab hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan proyeksi peralihan musim hujan menuju kemarau sepanjang 2026.

Puncak Musim Hujan Masih Berlangsung

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa puncak musim hujan 2025/2026 terjadi secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

“Puncak musim hujan umumnya berlangsung pada periode November–Desember 2025 hingga Januari–Februari 2026,” ujarnya.

Pada Januari–Februari 2026, sebanyak 276 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 39,5 persen wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan. Wilayah tersebut meliputi bagian selatan Jambi dan Bengkulu, Sumatera Selatan bagian timur, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, sebagian Sulawesi Utara dan Gorontalo, Maluku, Papua Barat, serta sebagian besar Papua.

Sementara itu, sekitar 104 ZOM atau 14,9 persen wilayah lainnya diperkirakan baru mencapai puncak musim hujan pada Maret hingga Juni 2026, terutama di Sulawesi bagian tengah, timur, dan selatan, serta sebagian Maluku.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa curah hujan dari Januari hingga Maret 2026 masih tergolong tinggi. Bahkan, pada Maret curah hujan di sejumlah wilayah, khususnya Jawa Tengah, berpotensi masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.

Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut kemunculan bibit siklon tropis 97S turut meningkatkan peluang hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Kondisi ini diperkuat oleh kombinasi sirkulasi siklonik dan monsun dingin Asia yang membentuk daerah konvergensi angin di wilayah selatan Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

BMKG pun mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Jawa bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang.

Meski demikian, hingga awal Januari 2026 BMKG mencatat belum ada provinsi yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 30 hari. Beberapa wilayah memang mengalami hari tanpa hujan hingga 25 hari, namun masih dalam kategori terkendali.

Awal Musim Kemarau Tidak Serentak

BMKG menegaskan bahwa peralihan musim hujan ke kemarau terjadi secara bertahap dan tidak serentak di seluruh Indonesia. Berdasarkan proyeksi klimatologis, fase transisi diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Februari hingga Maret 2026.

Sebanyak 12 ZOM atau sekitar 1,7 persen wilayah bahkan telah memasuki musim kemarau lebih awal sejak September hingga Desember 2025, terutama di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Februari 2026 antara lain pesisir timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara dan timur, Riau bagian utara, Kepulauan Riau bagian barat, sebagian Sulawesi, Maluku, serta pesisir utara Papua Barat Daya.

Sementara itu, sekitar 46 ZOM atau 6,6 persen wilayah lainnya baru diprediksi memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti pesisir Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.

Untuk periode Juli hingga September 2026, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan telah memasuki musim kemarau penuh. Curah hujan sangat rendah berpeluang terjadi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, disertai penurunan kelembapan udara dan peningkatan suhu pada siang hari.

Iklim 2026 Diprediksi Normal

Berdasarkan analisis BMKG menggunakan perhitungan fisis dan pemodelan kecerdasan buatan, kondisi iklim Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kategori Normal.

Curah hujan tahunan diprediksi berkisar antara 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun. Beberapa wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi tengah, Papua, serta pesisir barat Sumatera, bahkan berpotensi mencatat curah hujan di atas 4.000 milimeter per tahun.

BMKG juga mencatat fenomena La Nina lemah masih terjadi pada akhir 2025 dengan indeks ENSO -0,77 dan diperkirakan bertahan hingga Maret 2026 sebelum bergerak menuju fase Netral hingga akhir tahun.

Terpopuler

Akademisi
Akademisi dan Dunia Perguruan Tinggi Asyik Tenggelam dalam Tumpukan: Kehilangan Relevansi Channel Frekuensi dengan Problem Empiris
Opini
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

FIFGROUP POS Kuala Kapuas Laporkan Oknum Penadah Pinjam Nama ke Kepolisian

Meski di Goyang Golkar Solid Untuk Airlangga, 38 DPD Golkar Nyatakan Kesetiaan

Jaga Kearifan Lokal, Pemkab Tabalong Gelar Lomba Talinting Bagarakan Sahur

Aldi dan Lorenza Terpilih Jadi Putra-putri Pariwisata Tanah Laut 2024. Ini Pesan Pj Bupati Syamsir

DPRD Balangan Gelar Paripurna Istimewa

Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, UPTD PPA Diperkenalkan di Martapura Barat

JAM-Pidum Setujui Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

Memetri: Pameran Unik Gabungkan Seni, Budaya, dan Kearifan Lokal untuk Menjawab Ancaman Krisis Iklim

Pemkab Tabalong Segudang Prestasi, Berikut Deretan Penghargaannya

Pemkab Kotabaru Gelar Beach Enduro Race Hayau Barait 9

TAGGED:BMKG
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Bulog Kalsel Bulog Kalsel Targetkan Serapan 22 Ribu Ton Gabah dan Beras pada 2026
Next Article Tak Ingin Ada Wilayah Tertinggal, Gubernur Harum Percepat Konektivitas Jalan di Kaltim

Stay Connected

9.2kFollowersLike
404FollowersFollow
100SubscribersSubscribe

Latest News

labfor
Polres Tabalong Ungkap Hasil Forensik Kasus Kematian RS di Sulingan
KALIMANTAN SELATAN Februari 9, 2026
indomaret
Gandeng Indomaret, Disperdagin Banjarmasin Kurasi 50 Produk IKM
KALIMANTAN SELATAN Februari 9, 2026
digital
Bupati Tabalong Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi ASN
KALIMANTAN SELATAN Februari 9, 2026
Diskominfo Kalsel
Diskominfo Kalsel Kembangkan Aplikasi Rakat untuk Percepat Digitalisasi Pelayanan Publik
KALIMANTAN SELATAN Februari 9, 2026

lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?