• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: [OPINI] Bisnis di Negeri Para Bajingan: Kongkalikong Politisi dan Cukong
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home [OPINI] Bisnis di Negeri Para Bajingan: Kongkalikong Politisi dan Cukong
Opini

[OPINI] Bisnis di Negeri Para Bajingan: Kongkalikong Politisi dan Cukong

lenterakalimantan.com
Last updated: Februari 13, 2026 6:45 pm
lenterakalimantan.com
Share
5 Min Read
cukong
Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si (Akademisi, Direktur Kajian Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik Kalimantan Selatan, President International Institute of Influencers Indonesia)
SHARE

Oleh: Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si.
(Akademisi, Direktur Kajian Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik Kalimantan Selatan, President International Institute of Influencers Indonesia)

Contents
Kebijakan yang Berpihak pada Kepentingan PribadiHarapan di Tengah Culasnya Praktik Bisnis

Demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata rakyat perlahan berubah wajah. Ia tak lagi tampil sebagai sistem yang menjamin kedaulatan rakyat, melainkan menjadi panggung transaksi para pemilik modal dan elit kekuasaan. Di ruang-ruang tertutup, keputusan publik kerap lebih ditentukan oleh kepentingan cukong ketimbang aspirasi warga negara.

Kita menyaksikan bagaimana relasi antara aktor politik dan pebisnis bukan sekadar hubungan profesional, melainkan perselingkuhan kepentingan. Kebijakan lahir bukan dari nalar keadilan, tetapi dari negosiasi tersembunyi yang sarat balas jasa. Demokrasi prosedural berjalan, pemilu digelar, baliho terpampang, tetapi substansinya kian menjauh dari cita-cita keadilan sosial.

Dalam banyak kasus, biaya politik yang mahal menjadi pintu masuk dominasi modal. Kandidat kepala daerah, anggota legislatif, hingga calon presiden membutuhkan ongkos besar untuk bertarung. Di titik inilah cukong masuk sebagai investor politik. Tidak ada makan siang gratis. Dukungan finansial selalu menuntut imbal balik kebijakan.

Akhirnya, negara tersandera. Regulasi bisa diubah, izin dipermudah, konsesi diperpanjang, pajak dinegosiasikan. Rakyat hanya menjadi objek legitimasi lima tahunan. Setelah itu, suara mereka tenggelam dalam gemuruh lobi dan transaksi di balik meja.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan moral individu, tetapi problem struktural demokrasi berbiaya tinggi. Ketika partai politik gagal membangun kaderisasi berbasis ideologi dan justru terjebak dalam pragmatisme elektoral, pintu lebar terbuka bagi oligarki. Partai menjadi kendaraan, bukan alat perjuangan.

Kebijakan yang Berpihak pada Kepentingan Pribadi

Di daerah, praktik serupa juga terjadi. Proyek-proyek strategis, pengadaan barang dan jasa, hingga kebijakan tata ruang sering kali lebih berpihak pada kepentingan investor tertentu. Sementara masyarakat kecil menghadapi penggusuran, konflik lahan, dan keterbatasan akses terhadap sumber daya.

Demokrasi cukong melahirkan ketimpangan. Kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang, sementara mayoritas rakyat berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Negara yang seharusnya menjadi wasit netral berubah menjadi fasilitator akumulasi modal.

Lebih berbahaya lagi ketika hukum ikut dipermainkan. Penegakan hukum bisa tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Aparat dan lembaga pengawas yang seharusnya menjaga integritas sistem kerap takluk pada tekanan politik dan ekonomi. Kepercayaan publik pun tergerus.

Dalam situasi seperti ini, publik sering kali dibuat lelah dan apatis. Skandal demi skandal datang silih berganti, namun perubahan terasa lamban. Apatisme adalah kemenangan bagi oligarki karena rakyat yang lelah akan berhenti melawan.

Kita perlu menegaskan kembali bahwa demokrasi bukan sekadar mekanisme memilih pemimpin. Ia adalah komitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan umum. Tanpa itu, demokrasi hanya menjadi topeng legal bagi praktik persekongkolan.

Reformasi sistem pendanaan politik menjadi keniscayaan. Transparansi sumber dana kampanye, pembatasan biaya politik, serta penguatan pengawasan publik harus menjadi agenda bersama. Tanpa pembenahan ini, relasi transaksional antara politik dan bisnis akan terus berulang.

Selain itu, penguatan masyarakat sipil menjadi kunci. Media independen, akademisi, aktivis, dan organisasi masyarakat harus berani mengawal kebijakan publik. Kritik bukanlah ancaman bagi negara, melainkan vitamin bagi demokrasi.

Perguruan tinggi tidak boleh larut dalam menara gading. Akademisi harus turun membaca realitas sosial dan berani menyuarakan kebenaran. Ilmu pengetahuan yang tak berpihak pada keadilan hanya akan menjadi alat legitimasi kekuasaan.

Di sisi lain, rakyat juga harus lebih cerdas dan kritis. Politik uang harus ditolak. Kandidat yang didukung karena amplop akan terikat pada cukong, bukan pada konstituen. Kesadaran politik masyarakat menjadi benteng terakhir melawan dominasi modal.

Harapan di Tengah Culasnya Praktik Bisnis

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Sejarah membuktikan bahwa perubahan selalu dimulai dari kesadaran kolektif. Demokrasi yang sehat hanya mungkin terwujud jika ada keberanian untuk melawan praktik-praktik culas yang merusaknya.

Negeri ini tidak kekurangan orang baik. Yang kurang adalah sistem yang mampu melindungi kebaikan dari kooptasi kekuasaan dan uang. Tanpa pembenahan struktural, kita akan terus terjebak dalam lingkaran setan oligarki.

Jika demokrasi terus dikuasai para bajingan yang berselingkuh dengan cukong, maka yang tersisa hanyalah prosedur tanpa jiwa. Rakyat akan semakin jauh dari pusat pengambilan keputusan. Dan negara akan berjalan bukan untuk kepentingan publik, melainkan untuk kepentingan segelintir elit.

Sudah saatnya kita merebut kembali demokrasi dari cengkeraman modal. Mengembalikannya pada khitah sebagai alat perjuangan keadilan sosial. Tanpa itu, negeri ini hanya akan menjadi panggung megah bagi para bajingan yang lihai bermain di balik tirai kekuasaan.

*Opini ini sepenuhnya merupakan pandangan penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi.
Editor: Rizki

Terpopuler

Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?
Otomotif
Penandatanganan Nota kesepakatan yang dilakukan oleh PT. Arutmin Indonesia Site Asam-Asam dengan Politeknik Negeri Tala di Aula lantai dasar Gedung TI Politala, Kamis (18/3/2021).
Kembangkan Pertanian Terpadu Arutmin Asam-Asam Gandeng Politeknik Negeri Tala
Berita
Genjot PAD, Bapenda Tala Bakal Data Objek Pajak
Uncategorized
Kasus Covid-19 di Tala Tinggi Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Tahun Ajaran Baru
Uncategorized
kasus Covid-19 di Tala masih Tinggi
Kasus Covid-19 di Tala Tinggi Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Tahun Ajaran Baru
Uncategorized

You Might Also Like

Mengubah Alur Sungai Mahakam Menjadi Sumber PAD Baru

Program MBG Stimulus Perputaran Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja Baru

[OPINI] Belajar dari Sulawesi Tengah: Menata Ulang Cara Sumatera Pulih dari Banjir dan Longsor

[OPINI] Pemikiran SDM Berkelanjutan Banua kepada Haji Isam

[OPINI] Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Doksing: Teror Baru Bagi Jurnalis di Era Digital

Menyelaraskan Diri Dengan Perkembangan AI

Nahdlatul Ulama Sebagai Garda Pemberantasan Korupsi di Indonesia

[OPINI] Pengabdian Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin kepada Warga Ranggang Tanah Laut

Menjadi Perempuan Aktif Tanpa Takut Dicibir di Banjarmasin

TAGGED:bisniscukongDemokrasikonglomeratOpinirakyat
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article BI Kalsel BI Kalsel Siapkan Rp3,06 Triliun Uang Tunai Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Next Article pariwisata Revolusi Peran Duta Wisata Tanah Laut: Ubah Pesona Jadi Pendapatan Daerah

Latest News

Sukamara
Pemprov Kalteng Salurkan Beragam Bantuan Jelang Idulfitri dan Nyepi di Sukamara
KALIMANTAN TENGAH Maret 15, 2026
Yamin
Wali Kota Yamin Dorong Seni Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Kesadaran Lingkungan
KALIMANTAN SELATAN Maret 15, 2026
Siring
Sidak Siring Menara Pandang, Wali Kota Yamin Soroti Fasilitas yang Perlu Diremajakan
KALIMANTAN SELATAN Maret 15, 2026
Wali Kota Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin Ajak Pengusaha hingga Legislator Perkuat Sinergi Penanganan Sampah
KALIMANTAN SELATAN Maret 14, 2026
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?