lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memanfaatkan momentum Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Kecamatan Panyipatan untuk menegaskan arah pembangunan daerah, khususnya pada penguatan perlindungan pekerja nonformal dan percepatan infrastruktur wilayah.
Kegiatan yang digelar di Masjid Jami Al Muhajirin, Desa Batakan, Rabu (25/02/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, bersama jajaran perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan bahwa Pemkab Tanah Laut telah mengalokasikan dana hibah keagamaan sebesar Rp9,237 miliar sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan sosial dan pembinaan masyarakat. Untuk Kecamatan Panyipatan sendiri, alokasi dana hibah mencapai Rp 893 juta.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek sosial-keagamaan, tetapi juga pada perlindungan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program perlindungan pekerja nonformal lewat BPJS Ketenagakerjaan.
“Saat ini sebanyak 25.000 pekerja nonformal seperti nelayan, tukang bangunan, dan pekerja kasar telah masuk dalam program perlindungan. Ini penting agar masyarakat memiliki jaminan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja,” ujarnya.
Prioritas Peningkatan Infrastruktur Dasar
Selain perlindungan pekerja, Pemkab Tanah Laut juga memprioritaskan peningkatan infrastruktur dasar. Di Kecamatan Panyipatan, pemerintah daerah mendorong peningkatan jalan penghubung Sukaramah menuju Sungai Riam guna memperlancar mobilitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Safari Ramadan ini juga dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial dari Baznas Kabupaten Tanah Laut serta dukungan dari Bank Kalsel berupa mushaf Al-Qur’an terjemahan bahasa Banjar sebagai bagian dari penguatan nilai religius dan kearifan lokal.
Melalui Safari Ramadan, Pemkab Tanah Laut berharap tercipta sinergi antara pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Rizki


