lenterakalimantan.com, MAKASSAR – Fenomena relawan politik dalam kontestasi elektoral kembali menjadi sorotan dunia akademik. Rully Rozano Zarwan, sosok yang dikenal aktif menggerakkan relawan politik, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas).
Gelar tersebut diraih setelah Rully berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Kamis (12/3/2026).
Di hadapan tim penguji, ia mempresentasikan penelitiannya mengenai Relawan Dozer pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024.
Riset tersebut dinilai berhasil mengkaji dinamika baru dalam strategi pemenangan politik di Indonesia. Rully pun dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Relawan dalam “Ruang Hibrida”
Dalam pemaparannya, Rully menjelaskan bahwa Relawan Dozer bekerja dalam apa yang ia sebut sebagai “ruang hibrida”, yakni ruang yang mempertemukan mobilisasi politik terorganisir dengan kesadaran personal para relawan.
Menurutnya, para relawan tidak hanya bergerak berdasarkan instruksi struktural, tetapi juga dilandasi kedekatan emosional dan relasi sosial yang kuat.
“Dozer bukan sekadar alat mobilisasi politik. Di dalamnya ada ikatan emosional, pengaruh ketokohan, serta relasi kekerabatan yang menjadi kekuatan utama,” ujar Rully dalam presentasinya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan relawan tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi partai politik. Sebaliknya, relawan dapat menjadi energi tambahan yang memperkuat mesin pemenangan kandidat.
Sistematis dan Berbasis Riset
Salah satu hal yang menjadi perhatian tim penguji adalah cara kerja Relawan Dozer yang dinilai cukup sistematis dan profesional, menyerupai pola kerja organisasi modern, namun tetap berakar kuat di masyarakat.
Dalam disertasinya, Rully mengungkapkan bahwa sebelum memutuskan mendukung pasangan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi, tim relawan melakukan sejumlah langkah strategis.
Di antaranya melakukan riset ketokohan dan analisis elektabilitas kandidat, melakukan seleksi relawan dengan mempertimbangkan pengaruh wilayah dan integritas individu, serta menjalankan kerja lapangan yang terukur dan berbasis pada visi serta program kandidat.
Salah satu penguji internal, Prof. Dr. Muhammad, menilai fenomena Dozer menunjukkan bahwa organisasi relawan dapat bekerja secara sistematis hingga mampu memberikan dampak nyata dalam kontestasi politik.
Menurutnya, tidak sedikit tim sukses yang solid secara internal namun tetap gagal memenangkan kandidat yang diusung.
Dinilai Relevan oleh Penguji
Penguji eksternal, Prof. Dr. Murtir Jeddawi, SH., S.Sos., M.Si., menilai penelitian tersebut memiliki relevansi tinggi dengan perkembangan politik elektoral di Indonesia.
Ia menyebut pola kerja relawan seperti Dozer berpotensi menjadi model baru dalam strategi pemenangan politik di masa depan.
Sementara itu, Dr. Andi Lukman Irwan dalam sesi tanya jawab menanyakan pandangan Rully mengenai kriteria pemimpin masa depan Sulawesi Selatan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Rully yang dikenal dengan sapaan “Sang Panglima” menilai Sulawesi Selatan membutuhkan pemimpin yang memiliki keseimbangan antara kepedulian sosial dan ketegasan dalam mengambil keputusan.
“Sulawesi Selatan membutuhkan pemimpin yang memiliki jiwa sosial tinggi, tetapi tetap tegas dalam mengambil keputusan. Itu mencerminkan karakter asli masyarakat Bugis-Makassar,” ujarnya.
Potensi Jadi Referensi Akademik
Promotor utama, Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si., menilai disertasi tersebut memiliki potensi menjadi referensi akademik penting dalam kajian komunikasi politik dan strategi pemenangan pemilu.
Menurutnya, penelitian tersebut juga dapat menjadi salah satu penjelasan akademik atas kemenangan pasangan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi pada Pilgub Sulawesi Selatan 2024.
Di akhir prosesi promosi doktor, Rully menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga serta para relawan yang telah mendukung perjalanan akademiknya.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada sang istri, Indah Maulina Apriyanti, serta para koordinator kabupaten dan relawan Dozer di seluruh Sulawesi Selatan yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Editor: Rizki


