lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (DPW PPLIPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar peringatan Hari Kebaya Nasional ke-2 dan Hari Anak Nasional ke-41 pada Sabtu (26/7/2025), di Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah, perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi dan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, Ketua DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati, para ketua PPLIPI kabupaten/kota, anggota, serta Nanang dan Galuh Cilik Kota Banjarmasin.
Dengan mengusung tema “Berani Berkebaya, Tradisi Butuh Nyali” untuk Hari Kebaya Nasional, dan “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” untuk Hari Anak Nasional, acara ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya.
Di antaranya peragaan busana kebaya oleh anggota PPLIPI dan Nanang Galuh Cilik Kota Banjarmasin, penampilan madihin anak, serta paduan suara PPLIPI Kalsel yang membawakan lagu berjudul “Kebaya”.
Ketua DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong partisipasi perempuan dan anak dalam membangun bangsa.
“Momentum Hari Kebaya Nasional menjadi pengingat bahwa kebaya adalah warisan budaya Nusantara yang harus kita lestarikan. Mengingat kebaya Indonesia diakui secara resmi oleh UNESCO,” ungkap Nawang.
Ia juga menambahkan, PPLIPI mengajak anak-anak untuk mulai mengenakan kebaya sejak dini agar tumbuh kecintaan terhadap budaya nasional.
“Kami berharap apa yang dilakukan PPLIPI dapat memberi manfaat nyata bagi ibu-ibu dan anak-anak di Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif PPLIPI yang menggabungkan momen Hari Kebaya dan Hari Anak Nasional dalam satu kegiatan.
“Kegiatan ini adalah momentum yang tepat. Kita semua memiliki kewajiban untuk melestarikan kebaya, karena kebaya adalah bagian dari identitas perempuan Indonesia,” tuturnya.
Editor : Tim Redaksi


