lenterakalimantan.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan hilirisasi subsektor perkebunan yang dicanangkan pemerintah pusat dengan menyiapkan lahan seluas 20 ribu hektare.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (25/3/2026).
“Kami siap mendukung percepatan hilirisasi perkebunan. Lahan seluas 20 ribu hektare akan segera kami siapkan,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut bahkan melampaui permintaan awal pemerintah pusat. Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Kaltim menyiapkan lahan seluas 10 ribu hektare untuk mendukung program tersebut.
Menurut Amran, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp320 miliar sebagai tahap awal pengembangan. Ia menilai hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.
“Kita ingin komoditas perkebunan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi agar memberikan manfaat lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” kata Amran.
Ia menambahkan, secara nasional pemerintah menganggarkan Rp9,95 triliun untuk pengembangan berbagai komoditas perkebunan, seperti kelapa, tebu, kakao, kopi, mete, lada, dan pala, dengan target luas tanam mencapai 870 ribu hektare.
Dalam forum tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud yang hadir bersama istrinya juga memaparkan berbagai potensi serta peluang investasi di Kalimantan Timur di hadapan para pelaku usaha.
Selain Kalimantan Timur, sejumlah kepala daerah turut mempresentasikan peluang investasi di wilayah masing-masing, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dulfikar Ahmad Tawalla.


