lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, secara tegas meminta Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) setempat untuk berkomitmen menjalankan enam langkah strategis dalam upaya percepatan penanganan stunting.
Enam langkah strategis itu adalah:
1. Mengaktifkan TP3S di seluruh kelurahan dan memastikan kegiatan pencegahan berjalan secara merata di setiap wilayah.
2. Menyusun pedoman dan jadwal monitoring, evaluasi secara rutin, serta memperkuat sistem pelaporan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
3. Meningkatkan koordinasi lintas sektor melalui penguatan forum TP3S agar seluruh indikator kinerja tercapai secara terukur.
4. Menjamin ketersediaan dukungan anggaran di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk intervensi sensitif dan spesifik terkait stunting.
5. Mengintegrasikan basis data stunting agar sasaran intervensi tidak tumpang tindih dan keluarga berisiko memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
6. Meningkatkan kapasitas kader Posyandu, memastikan insentif tersedia, serta mendorong keterlibatan CSR perusahaan dalam mendukung program pencegahan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pertemuan Aksi Konvergensi Percepatan, Penurunan dan Pencegahan Stunting, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (6/10/2025).
Dalam sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menurunkan angka stunting di Kota Banjarmasin. Yamin menekankan bahwa penanganan stunting menyangkut masa depan generasi penerus bangsa dan memerlukan sinergi nyata dari semua sektor.
Angka Prevalensi Stunting di Banjarmasin
Data terbaru BPKP Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan, angka prevalensi stunting di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 masih di angka 26,5 persen. Angka tersebut merupakan tantangan serius karena berpengaruh terhadap nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) serta menjadi cerminan efektivitas kinerja lintas sektor.
Yamin menegaskan bahwa stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan kontribusi sektor pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketahanan pangan, hingga lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya konvergensi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, saya yakin angka stunting di Banjarmasin bisa kita tekan secara signifikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya ini bukan hanya untuk memperbaiki kesehatan anak, tetapi untuk membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif. Hal itu juga sejalan dengan visi Banjarmasin Maju Sejahtera yang menitikberatkan pada pembangunan kualitas hidup masyarakat.
Editor: Rizki


