lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Rabu (12/3/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Banjar, H Said Idrus Al‑Habsyie kepada para korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap musibah yang terjadi.
Dalam kesempatan itu, Habib Idrus menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas peristiwa kebakaran yang menimpa warga. Ia berharap rumah-rumah yang terdampak dapat segera dibangun kembali sehingga para korban dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar kami turut berduka atas musibah ini. Mudah-mudahan rumah-rumah warga yang terdampak bisa segera dibangun kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah bantuan telah disalurkan melalui beberapa instansi terkait, di antaranya Dinas Sosial, BPBD, serta Baznas Kabupaten Banjar. Melalui bantuan tersebut, para korban menerima bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta.
Selain bantuan awal tersebut, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Untuk rumah dengan tingkat kerusakan berat, nantinya akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu guna menentukan besaran bantuan yang akan diberikan.
“Nanti dihitung dulu tingkat kerusakannya. Mungkin ada yang mendapat Rp20 juta, Rp10 juta, tergantung kondisi kerusakan rumahnya,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat empat orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Tiga orang mengalami luka-luka, sementara satu orang lainnya tersetrum dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Habib Idrus juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Ia mengimbau warga untuk memastikan kompor maupun instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kebakaran seperti ini. Sebelum meninggalkan rumah harap mengecek kompor maupun stop kontak listrik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Editor: Muhammad Tamyiz


