Sementara itu, Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi budaya daerah.
“Ini contoh nyata bagaimana budaya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan. Ke depan, kita berharap ada warisan budaya tak benda dari Kalsel yang bisa diusulkan ke UNESCO,” ujarnya.
Usai peresmian, Gubernur bersama Ketua TP PKK Kalsel berkesempatan meninjau dan membeli produk yang dijual pedagang pasar terapung. Ketua TP PKK Kalsel yang juga Ketua Dekranasda Kalsel turut mengunjungi stan UMKM dan produk kerajinan yang ditampilkan di kawasan TMII.
Kegiatan ini mengusung tema “Pesona Pasar Terapung, Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, dan Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif Banua.” Pembangunan dermaga didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Kalsel sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
Selain prosesi peresmian, acara juga diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya, seperti pertunjukan seni tradisional Banjar, simulasi pasar terapung, pameran produk unggulan UMKM, kuliner khas Banua, pameran kerajinan, fashion show wastra Banua, hingga pemutaran film melalui konsep silent cinema.
Pemerintah Provinsi Kalsel berharap kegiatan ini dapat memperluas pengenalan budaya lokal sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan industri kreatif di daerah.
Sumber: Adpim Kalsel
Editor: Tim Redaksi


