Selain itu, pihaknya mendorong kemitraan dan pola konsinyasi antara koperasi dan pelaku usaha guna memperkuat rantai distribusi.
Sementara di sektor ketenagakerjaan, Machli menyoroti angka pengangguran di Banjarmasin yang mencapai 6,49 persen, lebih tinggi dari angka nasional sekitar 4,1 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pencari kerja mencapai 21.220 orang.
Untuk menekan angka tersebut, Diskopumker akan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis kebutuhan industri, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, serta menjalin kerja sama dengan perusahaan untuk rekrutmen pasca-Lebaran.
“Kita tidak hanya mendorong masyarakat mencari kerja, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru,” ujarnya.
Diskopumker juga memberikan perhatian pada perlindungan tenaga kerja, seperti penanganan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, upah di bawah standar, serta pemenuhan hak pekerja.
Selain itu, peluang investasi melalui koperasi berbadan hukum juga dibuka dengan prioritas bagi investor lokal di tingkat kelurahan.
Saat ini, terdapat 512 koperasi aktif di berbagai sektor di Kota Banjarmasin. Melalui berbagai program tersebut, Diskopumker menargetkan terciptanya koperasi yang maju, anggota yang sejahtera, serta penurunan angka pengangguran.
Machli optimistis, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program yang sudah baik akan kita lanjutkan dan kembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: Diskominfotik Banjarmasin
Editor: Tim Redaksi


