lenterakalimantan.com, RANTAU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tapin bekerja sama dengan PT Bhumi Rantau Energi (BRE) menggelar pelatihan defensive driving bagi pengemudi ambulans, bertempat di Markas PMI Tapin, Senin (20/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tapin H Yamani yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah SKM.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Noor Ifansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, kami menyampaikan apresiasi kepada PMI Tapin dan PT Bhumi Rantau Energi atas terselenggaranya pelatihan defensive driving ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki peran penting dan strategis, mengingat tugas pengemudi ambulans tidak hanya sekadar mengemudi, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa manusia.
“Dalam kondisi darurat, pengemudi ambulans dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan defensive driving sangat diperlukan agar para pengemudi mampu mengantisipasi berbagai risiko di jalan serta memberikan pelayanan yang aman dan profesional.
Di akhir sambutan, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada PT BRE atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan menjadi contoh nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Operation Manager PT Bhumi Rantau Energi, Agung Santoso, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan pengemudi ambulans di Kabupaten Tapin.
Ia menjelaskan, sebagai perusahaan jasa pertambangan, pihaknya juga rutin melaksanakan pelatihan defensive driving untuk meningkatkan standar keselamatan karyawan di jalan raya.
“Selain untuk internal perusahaan, kami juga bekerja sama dengan PMI dalam mendukung pelaksanaan pelatihan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak perusahaan terbuka untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan para pengemudi, khususnya driver ambulans, agar dapat menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Mudah-mudahan kerja sama ini ke depan bisa semakin baik,” tandasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin Drs Rahmadi, Ketua PMI Tapin H Dedy Arif Budiman, Kepala Markas PMI Tapin Dwi Suryanto, para kepala desa, serta 22 peserta dari desa-desa di wilayah ring 1 PT BRE di Kabupaten Tapin dan daerah sekitarnya. Turut hadir pula narasumber dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tapin.
Ketua PMI Tapin, H Dedy Arif Budiman, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar peserta menguasai teknik berkendara ambulans sesuai SOP.
Peserta dibekali materi terkait prinsip dan teknik utama defensive driving, seperti kemampuan mengantisipasi potensi bahaya, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengaturan kecepatan sesuai kondisi jalan dan cuaca, menghindari titik buta (blind spot), serta pentingnya mematuhi rambu lalu lintas.
“Termasuk sikap berkendara yang baik, seperti mengutamakan keselamatan, menghormati pengguna jalan lain, dan tidak ugal-ugalan, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi sebelum berkendara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pribadi maupun pengguna jalan lainnya. Peserta yang mengikuti pelatihan juga akan mendapatkan sertifikat sebagai bekal tambahan dalam meningkatkan peluang kerja.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Tapin yang juga Ketua Panitia, Dwi Suryanto, menambahkan bahwa pelatihan defensive driving ini dilaksanakan selama dua hari.


