lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Beberapa kasus yang ditangani bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan tidak ada kejelasan.
Mulai dari laporan Lembaga Swadaya Masyarakat hingga aksi penggeledahan yang dilakukan di beberapa instansi pemerintah, mulai dari Perusda Bangun Banua hingga BKSDA Provinsi Kalimantan Selatan tidak ada gambaran perkembangan kasusnya.
Padahal saat melakukan penggeledahan pihak Kejati Kalsel nampak garang, dengan pengawalan anggota TNI, dengan dalih mencari bukti dokumen dan data lainnya, untuk perkembangan atau pendalaman suatu perkara
Namun hingga saat ini, kasus-kasus yang ditangani pihak Kejati Kalsel tersebut tidak ada kejelasan.
Aksi penggeledahan di beberapa instansi yang dilakukan pihak Kejaksaan di Kalsel menjadi asumsi yang menimbulkan tanya publik.
Terlebih ketika tim anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menggeladah Kantor Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dan mengamankan Kajari serta dua Kasi nya.
Masih ada lagi kasus yang ditangani pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan wilayahnya yang tidak ada kejelasan, bahkan ada perkembangan suatu kasus yang sudah incragh yakni kasus Bank BTN atas nama Akhmad Maulid dan dua orang yang ikut terseret atas nama Wira Rizkillah Pradana dan Eko Santoso tidak ada kejelasannya.
Publik saat ini menunggu action kelanjutan beberapa kasus yang ditangani pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan wilayahnya.
Begitu pula para media yang santer mempublikasikan kegiatan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan wilayahnya juga menanti perkembangan dan jawaban pihak Kejati Kalsel.
Bahkan beberapa media telah mencoba melakukan konfirmasi ter masuk media ini sendiri, menanyakan terkait kelanjutan kasus-kasus yang ditangani Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan wilayahnya tersebut melalui telepon dan WhatsApp (WA) Kasi Penkum Yuni Priyono, tapi tidak ada jawaban.
Apalagi saat ini informasinya Aspidsus Kejati Kalsel bakal berganti, karena ada SK dari Kejagung RI terkait Mutasi beberapa esselon 3.
Bahrudin Ketua LSM BABAK yang sering melakukan aksi unjukrasa di Kejati Kalsel mengatakan juga ingin tahu kejelasannya beberapa kasus yang ditangani pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan wilayahnya tersebut.
Menurutnya sebagai masyarakat atau publik, ia sangat menantikan action kelanjutan pihak Kejati Kalsel dan wilayahnya dalam penanganan beberapa kasus yang telah ramai di beritakan media.
“Ya kami masyarakat menunggu perkembangan atau kelanjutan beberapa kasus yang ditangani pihak Kejati Kalsel dan wilayahnya, mulai dari kasus BPR Kabupaten Tanah Laut, Bangun Banua, BKSDA dan di Batola di Dinas PMD, serta Dinas Pendidikan Banjarmasin,”ungkap Bahrudin.
Lanjutnya, penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan beberapa wilayahnya jangan hanya sekedar gertak saja, yang mengakibatkan tidak ada kepastian hukum.


