lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Barat, Saut Nathan Samosir, menggelar reses masa sidang I tahun 2026, Kamis (2/4/2026), di Aula Kedai 99 Trisakti, Banjarmasin.
Kegiatan tersebut diikuti warga dari tiga kelurahan, yakni Belitung Utara, Teluk Tiram, dan Kuin Selatan, dengan agenda utama menyerap aspirasi masyarakat.
Sejumlah perwakilan instansi turut hadir, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan melalui puskesmas, serta pihak kecamatan. Kehadiran instansi terkait diharapkan dapat memberikan tanggapan langsung atas berbagai keluhan warga.
Saut mengatakan, reses ini menjadi momentum awal pada 2026 untuk menampung aspirasi masyarakat di wilayah dapilnya.
“Hari ini kita melaksanakan reses pertama tahun 2026 dengan mengundang warga dari tiga kelurahan. Sejumlah dinas juga hadir sehingga bisa langsung mendengarkan keluhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, hingga kondisi lingkungan.
Salah satu isu yang mengemuka adalah jaringan listrik yang dinilai belum tersambung optimal di beberapa wilayah. Selain itu, persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi keluhan terbanyak. Warga mengaku data kepesertaan mereka terhapus atau dinonaktifkan.
Menanggapi hal itu, Saut meminta Dinas Sosial terus melakukan verifikasi agar masyarakat yang berhak dapat kembali memperoleh layanan BPJS.
“Masalah BPJS ini cukup banyak dikeluhkan. Kami berharap Dinas Sosial melakukan verifikasi lapangan agar masyarakat yang datanya terhapus bisa diaktifkan kembali,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya selama ini turut membantu masyarakat yang belum memiliki BPJS atau mengalami kendala kepesertaan, terutama saat membutuhkan layanan kesehatan. Pasien, kata dia, tetap dapat dilayani sebagai pasien umum sambil menunggu proses verifikasi hingga status kepesertaan dialihkan menjadi tanggungan pemerintah.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi sungai di Banjarmasin Barat yang terganggu sisa material pembangunan jembatan, seperti kayu dan tonggak yang belum dibersihkan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas warga dan memengaruhi penilaian dalam lomba kebersihan lingkungan.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Saut menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk mengundang Dinas Perhubungan yang belum sempat hadir dalam kegiatan itu.
“Kami berharap Dinas Perhubungan dapat hadir pada pertemuan berikutnya, karena banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama terkait jaringan listrik dan penataan kabel,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan reses ini dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kelurahan.
Editor: Tim Redaksi


