Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan pembinaan olahraga tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan serta mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi.
“Harapan kita kegiatan Wali Kota Cup ini menjadi wadah silaturahmi antar atlet, tempat berkumpul dan berdiskusi terkait perkembangan anggar ke depannya. Walaupun tetap ada yang terbaik dan menjadi juara, namun yang paling penting tetap menjunjung sportivitas,” katanya.
Di antara ratusan peserta, salah satu atlet muda bernama Rania, siswi SMPN 1 Banjarmasin berusia 13 tahun, mengaku semakin termotivasi mengikuti kejuaraan tersebut. Ia merasa bangga bisa bertanding langsung di hadapan Wali Kota Banjarmasin dan berhasil meraih poin tinggi dalam pertandingan yang dijalaninya.
“Hati senang, dapat poin paling banyak. Lawannya lumayan susah,” ujarnya sambil tersenyum.
Rania mengaku memilih olahraga anggar karena tertarik dengan kecepatan dan strategi permainan yang menantang. Kehadiran atlet muda seperti dirinya menjadi gambaran bahwa olahraga anggar mulai mendapat tempat di hati generasi muda Kota Banjarmasin.
Melalui kejuaraan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama IKASI dan KONI diharapkan terus memperkuat pembinaan berkelanjutan agar potensi atlet muda dapat berkembang menjadi prestasi nyata bagi Kota Seribu Sungai.
Editor: Tim Redaksi


