lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Antrean panjang terlihat sejak pagi di halaman Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Rabu (13/5/2026). Ratusan warga datang membawa tas belanja untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui kegiatan Bazar Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin.
Kegiatan tersebut menjadi langkah pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai, beras, minyak goreng, dan gula pasir. Inflasi Kota Banjarmasin pada April 2026 tercatat mencapai 3,62 persen.
Wali Kota Banjarmasin, Yamin, mengatakan pasar murah diperluas hingga menjangkau lima kecamatan dan 52 kelurahan bekerja sama dengan Perum Bulog agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui rapat dan data statistik, tetapi harus diwujudkan melalui intervensi nyata di lapangan.
“Ketika harga mulai naik menjelang hari besar keagamaan, masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, pemerintah harus hadir melalui pasar murah bersubsidi agar kebutuhan pokok tetap bisa dijangkau,” ujar Yamin saat membuka kegiatan.
Di sela kegiatan, Yamin juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang mengantre sejak pagi. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah dan berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan.
“Kalau bisa sering diadakan lagi, karena sangat membantu kami. Harga di sini lebih murah dibanding pasar,” ujar salah seorang warga.
Yamin meminta seluruh perangkat daerah terkait memperkuat pengawasan distribusi pangan, pemantauan harga pasar, serta koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna menjaga ketersediaan pasokan.
Selain langkah jangka pendek, Pemkot Banjarmasin juga menyiapkan upaya jangka panjang untuk menekan dampak kenaikan harga pangan. Salah satunya dengan rencana pembagian bibit cabai kepada masyarakat agar warga dapat menanam sendiri di rumah.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memiliki solusi jangka panjang. Karena cabai sering mengalami kenaikan harga, nanti akan kami bagikan bibit cabai agar warga bisa menanam sendiri di rumah,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, distributor bahan pangan, pelaku usaha, pihak Perum Bulog, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Banjarmasin.
Editor: Tim Redaksi


