lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Sosial menggelar pelatihan cukur rambut (barber) bagi calon eks warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut merupakan upaya untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat.
Pelatihan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Achmad Taufik, yang membacakan sambutan Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik mencukur rambut, tetapi juga menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru.
“Melalui keterampilan yang dimiliki, diharapkan nantinya saudara memiliki kesempatan lebih besar untuk mandiri, membuka usaha, maupun memperoleh pekerjaan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Eko Trianto, menjelaskan bahwa calon eks warga binaan termasuk dalam kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.
Menurutnya, kelompok ini kerap menghadapi keterbatasan akses pekerjaan serta stigma sosial, sehingga perlu dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal untuk bangkit dan mandiri.
Ia menambahkan, pelatihan barber ini merupakan bagian dari transformasi layanan Dinas Sosial, dari pendekatan yang bersifat konsumtif menuju pemberdayaan ekonomi produktif.
“Harapannya, semakin banyak PPKS yang mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” jelasnya.
Keterampilan Barber untuk Bekal Warga Binaan Pascabebas
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan pihak Rutan dalam menghadirkan pelatihan bagi 30 warga binaan yang telah melalui proses asesmen dan seleksi.
Menurutnya, keterampilan barber memiliki peluang usaha yang cukup besar sehingga dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk bekerja maupun berwirausaha setelah bebas.
Selain meningkatkan kemampuan, pelatihan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta membantu mengurangi stigma negatif di tengah masyarakat.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap para calon eks warga binaan memiliki kesempatan lebih luas untuk membangun masa depan yang lebih baik, produktif, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Editor: Rizki


