lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin menetapkan H Aftahuddin sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Hotel Harper Banjarmasin, Minggu (12/7/2026).
Terpilihnya Aftahuddin dalam kepemimpinan PMI Kota Banjarmasin berambisi menjalankan berbagai program kemanusiaan, termasuk peningkatan pelayanan donor darah dan penguatan sarana pendukung organisasi.
Musyawarah tersebut dihadiri Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, yang mewakili Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla. Hadir pula Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan Rusma Khazairin mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, jajaran pengurus PMI tingkat provinsi, kota, kecamatan, serta para relawan.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Aftahuddin menyampaikan bahwa pembangunan Unit Transfusi Darah (UTD) menjadi salah satu agenda utama yang akan segera direalisasikan.
Menurutnya, hingga kini PMI Kota Banjarmasin belum memiliki UTD sendiri sehingga keberadaannya dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kebutuhan darah bagi masyarakat.
“Kami akan memulai persiapan pembangunan Unit Transfusi Darah secara mandiri, termasuk menyiapkan lahannya. Target kami dalam enam bulan ke depan proses tersebut sudah mulai berjalan,” ujarnya.
Selain pembangunan UTD, PMI Kota Banjarmasin juga berencana mengembangkan sistem pengelolaan limbah medis melalui kerja sama dengan PMI Surabaya. Program tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik sekaligus memenuhi standar pengelolaan limbah medis.
Di sisi lain, Aftahuddin menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan donor darah. Menurutnya, para pendonor merupakan bagian penting dalam misi kemanusiaan sehingga harus mendapatkan pelayanan yang nyaman, cepat, dan profesional.
“Masyarakat mendonorkan darah secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk penghargaan kepada para pendonor,” katanya.
Ia juga berharap jumlah pendonor darah di Kota Banjarmasin terus bertambah agar kebutuhan stok darah bagi rumah sakit dan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dengan kepengurusan yang baru, PMI Kota Banjarmasin menargetkan penguatan layanan kemanusiaan melalui peningkatan fasilitas, optimalisasi pelayanan donor darah, serta pengembangan program-program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Editor: Tim Redaksi


