lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mulai dibekali pemahaman mengenai tugas dan fungsi pengelolaan koperasi sebelum menjalankan kegiatan operasional.
Pembekalan tersebut diberikan melalui pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Upau di Emerald Lounge & Meeting Room, Jalan Padat Karya, Kompleks Permata Hijau, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kamis (23/7/2026).
Camat Upau, Agustian, mengatakan pelatihan digelar karena sebagian pengurus masih membutuhkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing setelah KDMP dibentuk.
“Paling tidak dengan bimtek ini mereka mengetahui tupoksinya, karena setelah dibentuk mereka belum tahu mau ngapain, sedangkan KDMP sendiri masih dalam tahap pembangunan. Paling tidak ini bisa memberikan gambaran kepada para pengurus koperasi,” kata Agustian.
Pelatihan tersebut diikuti pengurus KDMP dari enam desa di Kecamatan Upau. Materi disampaikan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tabalong H Adityapula Nugraha, Dandim 1008/Tabalong Letkol Inf Alexander Allan Primadi serta perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKPP) Tabalong.
Agustian menyebut pembekalan tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pengurus dalam menjalankan KDMP. Pelatihan serupa akan kembali dilakukan dengan menyesuaikan arahan pemerintah pusat.
“Ini merupakan pembekalan awal dari kami. Ke depan kami akan melaksanakannya lagi, tetapi menunggu arahan pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 1008/Tabalong Letkol Inf Alexander Allan Primadi menjelaskan materi yang disampaikannya berkaitan dengan peran TNI dalam penguatan ketahanan nasional, sekaligus tujuan pembentukan KDMP dan tugas teknis pengurus.
Menurut Alexander, pembangunan KDMP di Tabalong masih berlangsung. Dari 131 desa dan kelurahan yang ada, terdapat 41 titik yang menjadi lokasi pembangunan KDMP karena sebagian wilayah belum memenuhi persyaratan teknis.
“Dari jumlah itu, yang 100 persen terbangun 28 unit. Harapan kami di akhir Juli atau awal Agustus 2026 sudah rampung ke 41 buahnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, KDMP yang telah dibangun belum seluruhnya beroperasi karena masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana. Sejumlah peralatan seperti pendingin ruangan, kendaraan dan rak masih dalam proses pemenuhan.
“Sehingga fasilitasnya lengkap dan mungkin pada saatnya akan kita launching secara terpusat bersama-sama, bilamana perangkat itu sudah lengkap semua,” katanya.
Alexander berharap para pengurus yang telah mengikuti pelatihan dapat memahami peran masing-masing sehingga siap menjalankan kebijakan pemerintah pusat ketika KDMP mulai beroperasi.
Salah satu peran yang disiapkan dalam program tersebut adalah menjadi bagian dari penyaluran berbagai program pemerintah pusat kepada masyarakat melalui KDMP.
Terpisah, Bupati Tabalong HM Noor Rifani mengapresiasi pelatihan yang digelar BKAD Kecamatan Upau. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengurus penting agar keberadaan KDMP dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini bagus, karena memberikan pemahaman dan keyakinan tentang KDMP. Kita Pemkab Tabalong sangat mendukung KDMP ini,” tegasnya.
H Fani berharap KDMP nantinya mampu menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat melalui perputaran usaha di tingkat desa.
Ia juga melihat peluang KDMP untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan hasil produksi pertanian masyarakat setempat.
“Ini luar biasa kalau sudah jalan, apalagi nanti MBG ikut di sana kita suplai. Kemudian hasil-hasil pertanian dikolaborasikan seperti beras dan lainnya, itu lebih bagus lagi,” pungkasnya.


