• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: IJTI: Duka Sikka Adalah Duka Kita, Media Diminta Kawal Penanganan Bencana
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home IJTI: Duka Sikka Adalah Duka Kita, Media Diminta Kawal Penanganan Bencana
Nasional

IJTI: Duka Sikka Adalah Duka Kita, Media Diminta Kawal Penanganan Bencana

lenterakalimantan.com
lenterakalimantan.com
Share
4 Min Read
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
SHARE

lenterakalimantan.com, JAKARTA – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan duka mendalam atas gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana tersebut menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, mulai dari kerusakan bangunan hingga terganggunya akses warga dan layanan di sejumlah wilayah terdampak.

IJTI menilai, bencana tidak semata-mata dapat dilihat dari angka kerusakan maupun data teknis. Di balik setiap laporan kebencanaan, terdapat masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, menghadapi keterbatasan akses, serta masih berada dalam situasi penuh ketakutan.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan cepat.

“Kepedulian kita tidak boleh berhenti pada ucapan duka di media sosial. Negara dan seluruh elemen bangsa harus hadir secara masif dan cepat. Jangan biarkan saudara-saudara kita di Sikka berjuang sendiri di tengah puing-puing bangunan,” kata Herik.

Menyikapi kondisi tersebut, Pengurus Pusat IJTI mendorong pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat untuk bergerak cepat, masif, dan terkoordinasi dalam penanganan korban serta pemulihan wilayah terdampak.

IJTI juga meminta media televisi tidak menjadikan kerusakan dan penderitaan korban semata-mata sebagai materi visual. Pemberitaan bencana, menurut IJTI, harus diarahkan untuk memperkuat suara masyarakat yang membutuhkan pertolongan, sekaligus mengawal transparansi distribusi bantuan dan memastikan kebutuhan warga tersampaikan kepada pihak berwenang.

Media juga diharapkan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memberitakan kondisi di lapangan secara objektif. Para jurnalis diminta berupaya menjangkau wilayah yang terisolasi untuk menghadirkan informasi faktual mengenai kondisi korban dan kebutuhan darurat.

Namun, IJTI mengingatkan agar kerja jurnalistik di tengah bencana tetap mengedepankan etika. Jurnalis dan media diminta menghindari praktik jurnalisme sensasional, seperti mengeksploitasi kepanikan korban, menampilkan penderitaan secara berlebihan, maupun membuat judul dan konten semata-mata untuk mengejar jumlah penonton.

Informasi yang disampaikan kepada publik harus akurat, memberikan nilai edukasi, membantu masyarakat memahami langkah penyelamatan, serta tidak memperburuk kepanikan.

Di sisi lain, IJTI menekankan pentingnya keselamatan jurnalis yang bertugas di wilayah bencana. Prinsip safety first harus menjadi prioritas tanpa mengurangi kualitas dan kedalaman pemberitaan.

“Jurnalis harus mampu menjalankan tugasnya secara profesional, tetapi keselamatan tetap menjadi hal utama ketika berada di wilayah rawan bencana,” tegas Herik.

IJTI juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran informasi palsu, rumor, hingga video lama yang kembali disebarluaskan seolah-olah merupakan kejadian terbaru.

Menurut IJTI, situasi bencana merupakan kondisi yang rentan dimanfaatkan oleh penyebar disinformasi. Informasi tidak terverifikasi, termasuk kabar mengenai potensi tsunami maupun kondisi korban, dapat memicu kepanikan dan semakin memperburuk situasi psikologis masyarakat yang sedang terdampak.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya melalui media sosial.

IJTI mendorong masyarakat melakukan verifikasi informasi kebencanaan melalui saluran resmi pemerintah, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Informasi juga sebaiknya diperoleh dari media massa yang kredibel dan menjalankan proses verifikasi jurnalistik.

“Menyebarkan hoaks dan spekulasi liar di tengah situasi krisis adalah bentuk kejahatan kemanusiaan karena merenggut rasa aman warga yang sedang ketakutan. Meja redaksi wajib menerapkan verifikasi berlapis sebelum menyampaikan berita kepada publik. Kami juga meminta masyarakat hanya memegang informasi dari lembaga resmi dan media yang kredibel,” ujar Herik.

IJTI menegaskan, dalam situasi bencana, media bukan hanya bertugas menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga memastikan informasi yang beredar dapat menjadi rujukan yang benar bagi masyarakat.

Duka Sikka adalah duka bersama. Karena itu, penanganan bencana membutuhkan kehadiran negara, solidaritas masyarakat, serta pers yang bekerja secara profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan kemanusiaan.

Terpopuler

Maulid Nabi di Depadis Regency, Warga Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
Maulid Nabi di Depadis Regency, Warga Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Wamenaker ke Kejati Sumut, Bahas Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja yang Lebih Berdampak

Kemnaker-Pertamina Jajaki Kerja Sama Pelatihan HSE dan Operator SPBU

Kemnaker Gandeng IKA FIKOM UNPAD Perkuat Komunikasi Publik Berbasis Data

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

Lima Penumpang Selamat Dalam Peristiwa Heli Jatuh di Kuta Selatan

80 Jenderal Purnawirawan TNI/Polri Dukung Anies-AHY Maju Pilpres 2024

Pemerintah Perkuat Aturan Pajak Aset Kripto

Maarten Paes Bisa Bela Skuad Garuda September 2024 Mendatang

Kementerian ATR/BPN Investigasi Polemik Sertifikat HGB di Lokasi Pagar Laut

DPRD Kalsel Serahkan Enam Tuntutan BEM se-Kalsel ke DPR RI

TAGGED:GempaIkatan Jurnalis Televisi IndonesiaJAKARTASikka
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Trio Motor Kolonel Gelar Trio Motor Kolonel Gelar Workshop Giant Tulip
Next Article masker 1.500 Masker Dibagikan di Gunung Raja, Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

Latest News

Ponsel
Tak Mau Anggota Terjerat Judol dan Pinjol, Polres Tanah Laut Periksa Ponsel Personel
KALIMANTAN SELATAN September 7, 2026
Arahan
Jaga Integritas dan Nama Baik Institusi, Kapolres Tanah Laut Ingatkan Personel Jauhi Pelanggaran
KALIMANTAN SELATAN September 7, 2026
Honda Modif Contest 2026
130 Peserta Adu Kreativitas di Honda Modif Contest 2026
Otomotif September 7, 2026
Sungai Pekapuran
Setelah 20 Tahun, Sungai Pekapuran Kembali Dikeruk
KALIMANTAN SELATAN September 6, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?