lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembangunan jaringan Kereta Kalimantan. Pemprov Kaltim langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk menyusun kajian awal sekaligus menjajaki kerja sama dengan calon investor.
Menurut Rudy, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan sistem transportasi di Kalimantan.
“Kami sudah memberikan instruksi kepada Dinas Perhubungan untuk melaksanakan kajian beserta dengan calon investor yang akan melaksanakan pembangunan kereta api,” ujar Rudy Mas’ud, Senin (3/8/2026).
Kajian itu akan menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan Timur, termasuk skema investasi dan trase yang dinilai paling layak untuk dikembangkan.
Langkah cepat Pemprov Kaltim mendapat perhatian dari Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H.M. Gultom. Ia menilai pembangunan kereta api memang sudah menjadi kebutuhan mengingat biaya pembangunan dan pemeliharaan jalan di Kaltim jauh lebih tinggi akibat kondisi geografis daerah.
Tiopan menjelaskan, moda transportasi berbasis rel lebih efektif untuk menopang distribusi logistik dibandingkan angkutan jalan maupun sungai yang memiliki berbagai keterbatasan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kajian yang disusun Pemprov Kaltim bersama investor lebih memprioritaskan angkutan barang daripada kereta penumpang. Menurutnya, komoditas unggulan seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan karet memiliki potensi muatan yang besar sehingga dapat menjamin keberlanjutan operasional kereta api.
Ia juga mendorong agar konsep pembangunan dirancang secara end-to-end, yakni menghubungkan kawasan produksi langsung menuju pelabuhan ekspor. Dengan pendekatan tersebut, proyek Kereta Kalimantan dinilai tidak hanya memperlancar distribusi logistik, tetapi juga mampu mengurangi beban jalan raya dan meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Timur.
Editor : Tamyiz


