lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Banjar mengalami kenaikan sejak Agustus 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas, seperti daging sapi, ayam, cabai rawit, dan beberapa jenis sayuran.
Penata Layanan Operasional Pengendalian Bahan Pokok Penting DKUMPP Kabupaten Banjar, Suryani, mengatakan kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas bahan pokok.
“Untuk sementara yang mengalami kenaikan itu daging, ayam, rawit-rawit, sayur-sayuran,” kata Suryani, Senin (28/9/2026).
Menurut Suryani, kenaikan harga dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat. Selain itu, musim kemarau turut berdampak terhadap produksi tanaman karena kekeringan menyebabkan tanaman mengalami kerusakan hingga mati.
“Penyebab utamanya karena kekeringan yang menyebabkan tanaman mati,” ujarnya.
Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap pasokan sejumlah komoditas. Suryani menyebut kenaikan harga terjadi baik pada komoditas dari pasokan lokal maupun yang didatangkan dari Pulau Jawa.
Berdasarkan data harga rata-rata bahan pokok Kabupaten Banjar per 28 September 2026, harga cabai rawit lokal tercatat naik dari Rp120 ribu menjadi Rp130 ribu per kilogram.
Harga daging sapi jenis has dalam juga naik dari Rp170 ribu menjadi Rp180 ribu per kilogram. Sementara daging sapi jenis has luar naik dari Rp160 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga ayam ras masih tercatat Rp42 ribu per kilogram. Harga telur ayam ras berada di angka Rp28 ribu per kilogram, sedangkan gula pasir curah Rp18 ribu per kilogram.
Untuk memantau perkembangan harga secara langsung, Suryani rutin melakukan pemantauan ke pasar. Setiap pagi, ia turun ke Pasar Taibah Martapura untuk melihat pergerakan harga sejumlah bahan pokok.
“Kalau untuk harga seperti toko-toko, seperti gula, telur, mungkin harganya masih tetap stabil,” katanya.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi harga dan pasokan di tingkat pedagang. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan informasi bagi DKUMPP dalam memantau perkembangan harga pangan di Kabupaten Banjar.
Editor: Tim Redaksi


