lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, tak hanya menghanguskan semak belukar, tetapi juga menelan korban satwa liar. Seekor ular sanca sepanjang sekitar 3 meter ditemukan dalam kondisi mati hangus terbakar saat tim gabungan melakukan pemadaman di lokasi kejadian.
Temuan tersebut menjadi potret nyata dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan satwa di habitat alaminya.
Anggota BPBD Kabupaten Tanah Laut, Irul, mengatakan ular tersebut ditemukan saat petugas menyisir area yang terbakar.
“Panjangnya sekitar 3 meter. Kami menemukan sudah mati terbakar saat melakukan pemadaman,” ujarnya.
Ular sanca itu ditemukan di tengah kawasan semak belukar yang terbakar. Saat itu, petugas bersama tim gabungan tengah berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area lain.
Baca juga: Bupati Tanah Laut Turun Langsung Tangani Karhutla di Pulau Sari
Karhutla di Desa Pulau Sari dilaporkan terjadi hampir selama sepekan terakhir. Api sempat membakar lahan yang cukup luas sehingga membutuhkan penanganan intensif dari tim gabungan.
Petugas harus bekerja ekstra keras menyisir lokasi kebakaran. Kondisi lahan yang kering dan didominasi semak belukar membuat api cepat menjalar, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga berdampak besar terhadap ekosistem dan kelangsungan hidup satwa liar.
Editor: Rizki


