lenterakalimantan.com, PARINGIN – Puluhan ibu-ibu memadati Kantor Pos Paringin untuk mengantre mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (12/9).
Penyaluran BLT tahap awal itu, merupakan perintah Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Sosial ditengah kenaikan harga BBM.
Penerima bantuan Samsiati, mengucapkan terimakasih atas bantuan dari pemerintah untuk mengurangi imbas dari kenaikan BBM yang sangat berpengaruh dengan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kalo di bilang kurang ya kurang, dibilang cukup ya cukup syukur Alhamdulillah lah bisa di bantu,” katanya.
Dampak dengan naiknya harga BBM juga dirasakan seorang pedagang di pasar Paringin Salim, ia mengatakan kenaikan BBM membuat pasti berimbas dengan biaya pengiriman barang yang otomatis juga ikut naik.
Walau demikian dirinya tidak bisa menaikkan harga barang yang terlalu signifikan dikarenakan melihat daya tukar masyarakat yang mulai rendah sehingga bukan harga jual yang ditinggikan melainkan keuntungan dari berjualan itu sendiri yang terpaksa harus dikurangi.
“Ongkos angkut mahal, kalau yang biasanya sejuta sekarang menjadi Rp 1,3 juta, jadi yang sebelumnya keuntungan misalnya Rp 10 ribu sekarang hanya Rp 5 ribu untuk menutupi ongkos kirim sehingga harga tidak naik,” bebernya.
“Daya tukar masyarakat lemah karena tidak sesuai dengan penghasilan, karena mayoritas kita adalah petani karet, harga karet yang menurun juga berimbas terhadap ini,” tambahnya.
Dia berharap ada solusi terkait permasalahan yang melanda seluruh Indonesia tersebut.
Selain harga bahan pokok yang naik, ongkos jasa ojek pun juga mengalami kenaikan, hal itu dirasakan Udin, yang merupakan tukang ojek yang mangkal di depan Gedung Sanggam, Paringin.
“Karena kenaikan BBM ini ongkos ojek pun terpaksa juga dinaikan, dimana yang awalnya harga ongkos untuk 30 km itu hanya Rp 50 ribu sekarang naik jadi 60 ribu,” sebutnya.
Sementara untuk jarak dekat tarifnya hanya menyesuaikan.
Adapun pengambilan BLT sendiri akan dibuka selama tiga hari kedepan mulai dari Senin hingga Rabu, sesuai dengan jadwal desa yang ditentukan.


