lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Aktivitas penambangan batubara oleh PT Shore di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Tanah Laut, mulai dilakukan. Pihak PT Shore memulai melakukan pembersihan titik lokasi emas hitam yang akan diambil.
Humas PT Shore Agus Pujiantoro, Senin (31/10/2022) mengatakan saat ini kami sudah melakukan pra aktivitas pembukaan penambangan dengan membersihkan lokasi di RT.6, 7 dan 8 Desa Kandangan Lama, itu baru tahapan pertama belum jualan.
“Hal itu sesuai hasil sosialisasi dan rapat dengan warga tokoh masyarakat, pemerintah desa, BPD Desa dan RT. Ini dasar kami untuk memulai,” kata Agus.
Ia mengatakan tidak hanya satu desa tetapi ada 7 Desa, Yakni Kandangan Lama, Bumi Asih, Kuringkit, Panyipatan, Batu Tungku, Batu Mulia Kecamatan Panyipatan dan Sabuhur Kecamatan Jorong.
“Kami sudah mengantongi izin dari desa. Izin itu sangat penting bagi kami agar aktivitas bisa berjalan lancar agar ada kesepahaman. Selain, perizinan kami dari kementerian ESDM dan izin lainnya yang sudah terdahulu kami kantongi,” paparnya.
PT Shore mengaku mengantongi izin tambangan sejak 2009 sampai 2036. Itu merupakan hutan Produksi HTI dan Area Penggunaan Lain (APL) Namun baru digarap sekarang.
Dengan total Luasan IUP 2666 Hektar dari 3 IUP yang masih satu grup dengan Kahuripan, yakni DRH Bumi Hasa Halmahera dan Bumi Asah Pajajaran dan PT Shore.
Ia juga mengungkapkan untuk sementara ini pihaknya masih fokus melakukan aktivitas penambangan di Desa Kandangan Lama. Setelah itu baru kami bergeser ke desa lain sesuai Izin IUP yang dimiliki.
“Penambangan di Desa Kandangan Lama ini tidak akan berlangsung lama diperkirakan kalau cuaca bagus hanya satu tahun setengah, sebab deposit batubaranya tidak terlalu banyak,” sebut Agus.
Nanti, setelah selesai di Kandangan Lama, kami akan bergeser ke desa lainnya sesuai dengan izin yang ada. Perlu kami sampaikan bahwa lokasi yang kami garap ini adalah hutan produksi, dimana dulu itu 90 persen APL tahun 2009.
“Namun saat ini tinggal 30 persen APL sisanya hutan produksi. Tetapi oleh pimpinan kami itu tidak masalah yang terpenting bisa jalan dan bermanfaat untuk semua termasuk lingkungan,” tuturnya.
Agus menambahkan kendati perusahaan baru berjalan. Kegiatan sosial CSR dari perusahaan sudah jalan sesuai dengan instruksi pimpinan.
“Pimpinan kami menginstruksikan untuk membantu masyarakat di ring satu tambang yang akan kami garap. Bukti nyata bantuan kepada janda-janda tua dan jompo serta anak yatim-piatu,” tambahnya.
CSR yang kami salurkan ini disebar di 7 Desa, lokasi yang menjadi ring satu lokasi pertambangan PT Shore.
“Kendati belum menghasilkan atau belum jualan pimpinan kami sudah menggelontorkan anggaran untuk kegiatan sosial,” tandasnya.


