lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Nampak tumbuh subur pohon-pohon dan semak belukar membuat kawasan ini terlihat angker di ruang perawatan eks RSUD Hadji Boejasin.
Diduga karena tidak ada perawatan dan pemeliharaan sejak tahun 2019 lalu, eks RSUD Hadji Boejasin Pelaihari berpindah lokasi di Kelurahan Sarang Halang menempati gedung baru RSUD Hadji Boejasin.
Memang bagian depan kantor eks RSUD Hadji Boejasin terlihat terawat karena di fungsikan menjadi Dinas Sosial Tala dan kantor Public Safety Center (PSC) 119 Tanah Laut.
Ketua Komisi II DPRD Tala H Junaidi S.KM, saat di hubungi Wartawan dirinya sangat menyayangkan, seharusnya aset daerah bisa dimanfaatkan dengan baik, meskipun untuk saat ini belum di gunakan.
“Aset daerah itu tetap dipelihara dan dijaga, karena untuk membangun itu mudah yang sangat sulit itu yakni memeliharanya,” ujarnya. Kamis (22/12).
Fraksi PDI Perjuangan itu berharap, aset yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal bisa digunakan untuk tempat kegiatan – kegiatan kemasyarakatan maupun Pemerintahan.
“Kita harapkan aset daerah tetap terpelihara, bila perlu di anggarkan oleh tim anggaran Pemkab Tala,” imbuhnya.
Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut itu juga, dirinya siap membantu pemeliharaan aset daerah sebaik-baiknya.
Sementara Kabid Pemanfaatan dan Pengendalian Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tala, Rizaidin Noor mengatakan, eks RSUD Hadji Boejasin pengguna barangnya masih tercatat di Rumah Sakit.
Ia menyebut, memang saat ini sudah ada penggunanya oleh Dinas Sosial dan PSC 119 berkantor di eks RSUD Hadji Boejasin.
Memang ada rencana kedepan, bagian belakang akan digunakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan lokasi persisnya bekas Dokter anak.


