lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Angela (30), warga asing asal Lebanon mengunjungi Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada Kamis (12/1/23). Kedatangan bule ini ke Tala karena ketertarikannya dengan tanaman Sancha ichi.
Petani Sancha Ichi di Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, kedatangan Bule berparas cantik asal Lebanon, Angela (30).
Kedatangan Angela untuk melakukan studi tentang Sancha ichi di beberapa provinsi, salah satunya di Tala, Kalimantan Selatan.
Wanita Angela ini sudah tinggal di Indonesia tepatnya di Bali kurang lebih selama 10 bulan.
Kedatangan bule berparas cantik di kebunnya ini sempat mengejutkan dia dan istrinya.
“Gak nyangka saya, kebun saya sampai didatangi bule kemarin,” kata Sukarman petani Sancha Ichi, Jum’at (13/1).
“Mudahan-mudahan dengan kedatangannya bisa membawa berkah dan harga Sancha ichi lebih mahal lagi dipasaran,” harap dia dan istrinya.
Arif Biantoro yang mendampingi warga Asing tersebut mengatakan, kedatangan Angela ke Tala salah satunya adalah untuk study tiru tanaman Sacha inchi dan membuka pasar pembelian Sacha inchi.
“Wacana ke depan dia akan menjalin kerjasama dengan Sacha Inchi Borneo untuk membawa hasil olahan ini ke negaranya, Lebanon dan negara-negara sekitarnya, ” ungkap pengelola Sacha Inchi Borneo ini.
Arif menyebutkan, saat ini di Tala sendiri ada sekitar 30 titik lahan tanaman Sancha Ichi yang berada dibawah binaannya, dengan luasan dari skala kecil sampai besar.
“Mayoritas kebanyakan yang setengah hektar, ada juga yang hanya 30 dan 40 pohon. Kalau bapak Sukarman ini dengan luasan seperempat hektar dengan jumlah tanaman 400 pohon” sebutnya.
Arif menambahkan, selain di Tala Sancha Ichi Borneo ini juga ada di sejumlah provinsi di Indonesia, seperti di Kalimantan Tengah, Timur dan Barat.
“Jadi untuk Sacha Inchi Borneo ini tidak hanya di Tala, namun saya membasiskan Sancha ichi Borneo di Tala, karena awal penanaman Sancha ichi di Kalsel itu disini,” ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai anggota kepolisian Polres Tala bidang Siwas ini.
Saat ini dia Sebagai informasi, dilansir dari berbagai sumber, Sacha inchi (Plukenetia volubilis) dikenal sebagai kacang inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Namun, saat ini kacang ini telah dibudidayakan di China, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan baru-baru ini di Indonesia.
Secara morfologi, buah sacha inchi memiliki bentuk bintang, di mana dalam satu bintang dapat menyimpan antara 4 – 5 butir biji. Buah muda berwarna hijau sedangkan buah yang sudah tua berwarna coklat kehitaman.
Berbagai bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Daunnya mengandung antioksidan dan dapat dimakan sebagai sayur ataupun diolah sebagai teh.
Biji buahnya memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh dengan kadar omega 3 mencapai 47 sampai 51 persen, dan omega 6 mencapai 34 sampai 37 persen, dibandingkan dengan minyak zaitun yang memiliki hanya 1 persen kadar omega 3 dan 9 persen Omega 9.
Selain daun dan bijinya, minyak hasil ekstraksi biji sacha inchi memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab dan pencerah kulit. Selain itu, minyak Sacha Inchi juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.


