lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Dalam rangka mencegah paham intoleran, radikalisme dan terorisme. Polres Tanah Bumbu mengelar sosialisasi dan sekaligus pembacaan deklarasi ikrar kebangsaan bersama para guru dan seluruh murid di halaman sekolah SMAN 1 Simpang Empat, Senin (19/6/2023).
KBO Satintelkam IPTU Eko Puji Santoso dalam paparannya menyampaikan, kemungkinan berkembangnya paham-paham tersebut khususnya di lingkungan sekolah bisa sangat rentan disebarkan kesetiap para siswa.
“Kita beharap sangat menghindari penyebarannya terutama di SMAN 1 Simpang Empat, karena anak-anak kita sangat rentan yang berhadapan langsung dengan para orang-orang yang menganut paham tersebut,” ucap Eko.
lanjut Perwira ini, “salah satu contoh Intoleran, yakni demo yang anarkis, kita sering melihat di medsos adanya demo di Jakarta sampai merusak fasilitas umum yang seharusnya dipelihara oleh kita semua malah justru dirusak,” terangnya.
Ia menerangkan tindakan seperti ini merupakan indikasi terhadap orang-orang yang sudah terpapar oleh paham tersebut.
Ia memberikan contoh, salah satu paham radikalisme yakni melarang temannya melaksanakan kegiatan temannya yang beragama lain, maupun sesamanya itu merupakan salah satu ciri radikalisme kemudian merundung ataupun membully temannya sendiri.
“Pabila sudah mencapai terorisme seperti contoh adanya seperti bom Burdir yang ada di Polres Poso pada waktu itu,” ungkapnya.
Pihaknya tidak henti mengingatkan kepada adik-adik pelajar yang tentu sudah memiliki handphone (HP), oleh karena itu maka masing-masing harus hati-hati dan lebih bijak dalam bermedia sosial.
“Apalagi sekarang kita akan menghadapi pemilu, banyak sekali konten-konten yang bersifat negatif, maka jangan sampai adik – adik langsung percaya dengan konten-konten tersebut, harus disaring terlebih dahulu dan bila tidak mengerti tanyakan kepada yang lebih mengerti dengan postingan tersebut,” pintanya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Simpang Empat Drs. Abdul Rokhim menyambut baik adanya kegiatan sosialisasi pencegahan paham-paham yang tidak baik.
“Dengan adanya sosialisasi ini tentunya untuk preventif, paling tidak kita bisa meminimalisir paham yang masuk, karena anak-anak sudah mengerti bahwa paham radikal dilarang negara,” ucap Abdul Rokhim.
Ia juga mengucapkan terimaksih atas kerjasamanya antara kepolisian dengan pihak sekolah, dengan adanya sosialisasi dan pembacaan deklarasi Ikrar ini diharapkan bisa menciptakan negara yang utuh dan negara kesatuan republik indonesia yang tangguh.
Sebelumnya Bhabinkamtibnas Desa Barokah AIPTU Iwan Setiawan membacakan ikrar diikuti oleh 92 Dewan Guru dan 787 Pelajar SMAN 1 Simpang Empat, adapun teks deklarasi yakni;
- MENOLAK SEGALA BENTUK AKSI KEKERASAN, INTOLERAN, RADIKALISME DAN TERORISME SERTA SIAP MENINGKATKAN KEWASPADAAN TERHADAP UPAYA DAN USAHA PEMBENTUKAN FAHAM RADIKALISME
- CINTA DAN PATUH TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR TAHUN 1945, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
- BERSEDIA MENCEGAH PENYEBARAN SELURUH FAHAM YANG MENGANCAM PERSATUAN DAN KESATUAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
- SELALU MENJUNUNG TINGGI NILAI – NILAI KEAGAMAAN YANG MODERAT YANG MENCERMINKAN AGAMA MEMBERIKAN RAHMAT SELURUH ALAM
- MENJAGA DAN MEMELIHARA SEMANGAT TOLERANSI BERAGAMA DEMI KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

Setelah dilaksanakan pembacaan Ikrar, kemudian dilanjutkan dengan penandatangan Ikrar dari Kepala Sekolah SMAN 1 Simpang Empat, perwakilan Polres Tanah Bumbu dan perwakilan dari Ketua Osis SMAN 1 Simpang Empat.


