lenerakalimantan.com, BANJARMASIN – Setelah 13 hari buron, Tim gabungan dibentuk terdiri dari Resmob Polda Kalsel, Macan Resta Banjarmasin dan Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, berhasil menangkap IM, tersangka pembunuhan di Komplek Taekwondo Banjarmasin Utara.
IM itu berhasil dibekuk di Medan. Dari penangkapan pelaku pembunuhan ini terungkap motif pembunuhan akibat hanya tersinggung dengan korban.
Penangkapan berlangsung dramatis lantaran tersangka sempat melawan petugas. Yang akhirnya aparat mendor pelaku di kaki kanan.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian mengungkapkan tim gabungan berhasil melakukan penangkapan pelaku di tempat saudaranya di Medan, Sumatera Selatan.
“Tersangka terpaksa dihadiahi timah panas di kaki sebelah kanan, lantaran berupaya melakukan perlawanan terhadap petugas ketika diminta menunjukan beberapa barang bukti,” ucap Thomas Afrian dalam keterangannya, Senin (17/7/2023).
Kronologis peristiwa terjadi berkelindan sebuah foto serta video tak senonoh atau terlarang yang ditunjukkan oleh korban.
Saat itu, baik korban maupun pelaku sama-sama masih dalam keadaan ‘mabuk’ obat-obatan.
Kepada polisi menyebutkan bahwa dirinya melarikan diri melalui jalur laut dari Banjarmasin menuju Surabaya.
Kemudian, dari dari Surabaya menggunakan jalur darat menuju Jakarta, Pelabuhan Merak, dari sana pelaku kembali menggunakan jalur laut menuju Kota Medan.
“Alasan pelaku melakukan aksi bejat itu karena sakit hati, karena korban melakukan sodomi terhadap dirinya,”urainya.
Menurut Thomas Afrian, pelaku ketika itu dibikin mabuk oleh korban, besoknya setelah sadar pelaku sudah tidak mengenakan busana. Dia kaget bahkan sempat mengobrol dengan korban. Parahnya lagi, korban malah menunjukan foto dan video mereka berdua.
“Dari situ, pelaku sangat sakit hati, hingga melakukan pembunuhan. Awalnya kita menduga pelaku menggunakan cangkul untuk membunuh korban, namun ternyata juga menggunakan pisau dan barbuk tersebut dibuang ke laut ketika berada di kapal menuju Surabaya,”paparnya.
Ia bilang Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur, karena saat pencarian barang bukti, pelaku tak kooperatif bahkan sempat berusaha melarikan diri.
“Untuk melumpuhkan, pelaku kami hadiah timah panas. Selanjutnya, kami serahkan ke Polsek Banjarmasin Utara untuk proses selanjutnya,” pungkas Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin ini.


