lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Bumbu, membongkar tiga buah warung kopi yang diduga kuat adanya aktifitas praktek prostitusi.
Pembongkaran warung kopi ini dilakukan di Km 8 Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (13/9/2023).
Terpantau awak media, ada tiga buah bangunan yang dibongkar, yakni ada dua buah bangunan terbuat dari kayu dan satu buah bangunan semi permanen.
Plt Kepala Satuan polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tanah Bumbu Syaikhul Ansari mengungkapkan kepada awak media lenterakalimantan.com pada Rabu (13/9/2023), bahwa pembongkaran tersebut merupakan buntut dari hasil Operasi Timnya Minggu lalu.
“Ya minggu lalu pada saat Tim lakukan razia ditemukan ada tiga buah warung membuka operasi plus-plus,” beber Syaikul.
Syaikhul Ansari mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi, “dimana tim kita menemukan warung kopi yang terbukti lakukan prostitusi,” ucap Syaikhul.
Ia juga menuturkan, sebelumnya pihaknya telah beberapa kali melakukan tindakan persuasif kepada pemilik warung, namun sepertinya tidak di gubris,” ungkapnya.
Syaikhul mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap kasus ini, karena ada beberapa tempat dan wilayah yang masih terindikasi warung kopi menjalankan bisnis prostitusi.
Menurutnya langkah ini sebagai bentuk menegakkan moto Kabupaten Bumi Bersujud menuju Serambi Madinah, agar kabupaten ini diberikan rahmat dan keberkahan.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Habib Ismail Kholil Alaydrus mengungkapkan selama ini ia sering menerima keluhan masyarakat tentang adanya praktek prostitusi.
“Kegiatan pembongkaran ini adalah jawaban dari keluhan masyarakat terkait maraknya praktek prostitusi,” bebernya.
Habib Ismail juga mengapresiasi kinerjanya Satpol-PP dan Damkar Tanbu yang sudah menertibkan warung-warung nakal.
Wakil Ketua DPRD ini berharap, kegiatan ini dapat memberikan efek jera kepada yang lain, agar tidak ada yang berani membuat bisnis prostitusi seperti ini.
Namun hingga berita ini diturunkan, saat hendak dikonfirmasi pihak pengelola maupun aktivitas warung selama satu minggu terakhir diketahui tutup lebih awal, hal itu terjadi setelah maraknya informasi razia dan akan ada pembongkaran oleh pihak terkait.


