lenterakalimantan.com, BANJARMAISN – Kuntau berasal dari seni bela diri asal Cina, (kungfu) Pengucapannya kemudian bergeser menjadi kuntau.
Seni bela diri yang berkembang di Tanah Banjar kemudian dinamai kuntau. Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terdapat banyak perguruan kuntau.
Namun, dengan beragam aliran bela diri, berasal dari sumber yang sama yakni Perguruan Jasa Datu di Kandangan.
Sesepuh bela diri Kuntau dari Perguruan Jasa Datu Kandangan, A Yunani Yusuf mengatakan, leluhur kita sendiri yang berdiam di Bamban atau Lok Nyiur yang bernama Jamran,”Itulah yang memberikan pembelajaran kepada seluruh rakyat HSS dan Kalsel dengan istilah Kuntau,” paparnya.
Karena itu anak laki-laki harus bisa bermain kuntau. Karena suatu saat kata guru saya (Jamran) anak laki-laki itu tidak mungkin tinggal di kampung sendiri pasti ia ke kampung orang (merantau).
“Kita tidak tahu bagaimana budaya di kampung orang, maka dari itu anak laki-laki harus belajar kuntau dengan petikaman,” ucapnya.
“Filosofi orang Kandangan yang penting apabila kita diganggu orang, kita harus bersabar sebanyak tiga kali, maka sabarlah,” tambahnya.
Ia bilang Jika sudah menahan sabar selama tiga kali dan masih ada orang yang mendekati untuk berbuat jahat maka lawanlah dengan segenap kemampuan yang kita pelajari.


