lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Komunitas yang mengatasnamakan Borneo Mengabdi (BM) melakukan kegiatan sosial pengabdian masyarakat tingkat nasional. Kegiatan tersebut bertema “Ekspedisi Tanah Borneo Tahun 2024”.
Pengabdian masyarakat tingkat nasional tahun ini dilaksanakan di 2 tempat, yakni wilayah regional Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Seperti aksi nyata bakti sosial yang dilakukan para pemuda ini di Desa Tangkahen Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Ketua Pelaksana ETB Kalsel-Teng Hana Inshitar mengatakan, kegiatan ini bentuk pengabdian menginspirasi melalui aksi pemuda sebagai agen perubahan sosial Untuk negeri.
Kegiatan di Desa Tangkahen ini dilaksanakan tanggal 13 – 21 Januari tahun 2024.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melanjutkan estafet pengabdian yang sudah terlaksana sebelumnya sejak berdiri BM yaitu dari tahun 2019 hingga saat ini.
“Yakni kurang lebih sudah 5 kali pengabdian dari Borneo Mengabdi,” katanya.
Ia juga mengatakan, sesuai dengan tujuan dari Borneo Mengabdi yang mana untuk dapat mengabdi kepada masyarakat, lingkungan ataupun wilayah yang notabenenya ada di bagian pulau Borneo.
“Sederhananya jika kita ingin membangun suatu negeri, maka mulailah dulu dengan membangun daerah tempat kita berdiri,” paparnya.
Kedepan ia berharap, tidak hanya bagian keluarga besar Borneo Mengabdi saja yang berkontribusi. Tapi, besar harapannya untuk banyak pihak yang nanti dapat bersama mengulurkan tangan untuk kita dapat menyebarkan kebaikan.
“Alhamdulillah pengabdian nasional borneo mengabdi tahun 2024 ini, dengan tema ekspedisi tanah borneo sudah terlaksana,” tuturnya.
Ia menilai, terlaksananya kegiatan ini, tentunya semoga apa yang sudah kami terapkan dan sharing kepada warga Desa Tangkahen dapat berguna dan bermanfaat serta dapat memajukan desa.
“Saya juga berterima kasih kepada kawan-kawan Borneo Mengabdi dan volunteer ETB karena sudah memberikan yang terbaik dari persiapan sampai selesai kegiatan,” timpal Muhammad Reza, KorWil Borneo Mengabdi Regional Kalsel.
Hal yang sama disampaikan Muhammad Naufal Baehaki Koordinator Volunteer mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu momentum awal dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat tingkat nasional, serta munculnya rasa empati sebagai anak Kalimantan.
Kali ini sambung dia banyak hal baru dirasakan ketika bertemu dengan volunteer lainnya dari luar kalimantan. Dalam kegiatan ini ada 5 volunteer lainnya yang mengikuti yakni Afifa Ardelia (Kalbar), Afina Mauliya (Jatim), Firyal (Kalsel), Putri Amalia S (Kalsel) dan Stanislaus Justin Ananta (Jabar).
Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan kedepannya di daerah Kalimantan, serta dukungan para pemerintah setempat.
“Agar kiranya menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemuda-pemudi dalam membantu masyarakat yang ada di daerah terpencil,” pungkasnya


