lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Heri Purwanto seorang petani milenial tengah membudidayakan usaha singkong jenis mentega di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
Pria kelahiran Malang ini mulai bertani singkong secara mandiri sejak 2016. Ia pun berhasil mengembangkan singkong gajah atau yang disebut (manihot esculenta crantz).
Tidak menunggu lama singkong mentega di lahan seluas 3 hektarw, yang berada di wilayah Desa Atu-Atu sudah siap dipanen.
“Saya pilih usaha petani singkong ini karena melihat peluangnya bagus karena peminat pembelinya cukup tinggi di Kalimantan Selatan, dan usaha ini banyak mempekerjakan warga,” katanya kepada lenterakalimantan.com, Kamis (8/2/2024)
Ia menambahkan, tanaman singkong mentega di lahan 3 hektare bisa mencapai 30 ribu batang pohon dengan cara tanam 1×1 meter.
“Perkiraan satu pohon singkong bisa menghasilkan berat 5-10 kg, diperkirakan 1 hektarnya bisa panen 20 ton,” ujarnya.
Heri katakan, adapun biaya penanaman singkong dalam per hektarnya menyiapkan uang sekitar Rp 7 juta sampai 10 Juta sudah termasuk upah pekerja dan lainnya.
“Secara keseluruhan saya membudidaya singkong di Pelaihari ada 6 hektar, sudah siap panen ada 3 hektare,” ucapnya.
Menurutnya, perawatan tanaman singkong terbilang mudah tidak memerlukan pemupukan terlalu banyak dengan hasil panen sangat bagus.
Pasaran singkong sangat menjanjikan banyak pembeli yang datang dari wilayah luar Kabupaten Tanah Laut.
“Pembeli singkong datang dari Banjarmasin, Banjarbaru dan Barabai. Dijual perkilo di ladang dengan harga Rp 3000 rupiah, kalau diantar ke pembelinya dengan harga Rp 4000 rupiah,”ucapnya.
Heri menyebutkan, singkong jenis mentega biasanya untuk dijadikan aneka makanan, seperti usaha pembuatan keripik singkong, tape, dan cemilan lainnya. Selain itu di Kalimantan Selatan sendiri banyak peminatnya.


