lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Dizaman sekarang teknologi semakin berkembang pesat, ini membuat kehidupan kita semua terasa lebih mudah dan cepat.
Tentu hal ini membuat perubahan gaya hidup masyarakat, tak terkecuali di sektor jasa keuangan.
Saking canggihnya, kini siapapun dapat mengirim uang tanpa perlu ke bank dan bisa meminjam uang hanya dengan Fintech Peer to Peer Lending (P2PL), atau yang lebih dikenal dengan Pinjaman Online (Pinjol).
Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan penting, dimana lembaga independen ini berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 mempunyai tugas yaitu, mengatur, mengawasi, melindungi dan mengembangkan. Inilah upaya pemerintah untuk memajukan kesejahteraan umum melalui reformasi sektor jasa keuangan di bumi Nusantara.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Jasa Keuangan (LKJ) Lainnya OJK Pusat, Edi Setijawan, mengatakan, pelayanan berbasis teknologi yang dapat dilakukan oleh LKJ, misalnya bank dan multifinance, serta non LKJ seperti koperasi digital.
“Jumlah platform penyelenggara legal sebanyak 101 yang terbagi menjadi 94 penyelenggara konvensional dan 7 penyelenggara syariah, sepanjang 2023 sebanyak 2.248 entitas pinjol ilegal telah ditutup SATGAS PASTI,” jelasnya.
Ia menambahkan, akumulasi penyaluran pendanaan Rp763,14 meningkat 3,03% mtm atau meningkat 22,47 T dalam desember 2023 dengan nilai outstanding sebesar Rp59,64 T meningkat 0,44% mtm dan TKB90 97,07% menurun -0,13%.
Edi Setijawan juga memaparkan, digendrunginya pinjol tersebut bukan tanpa alasan, walaupun pinjaman bunganya lebih tinggi namun persyaratannya yang mudah lah membuat masyarakat tergiur, ditambah lagi prosesnya yang sangat cepat.
“Walaupun bunganya lebih tinggi, namun prosesnya sangat cepat ditambah persyaratannya yang mudah dan tanpa batasan waktu dan tempat. Mau kapanpun dan dimanapun bisa,” tuturnya.
Ia mengingatkan, agar waspada dengan pinjol ilegal dan meminta kepada masyarakat untuk mencek legalitas pinjol.
“Cek legalitas pinjol ke kontak 157/WhatsApp 081 157 157 157,” tandasnya.
OJK memberikan beberapa tips apabila telah terlanjur terjerat pinjol ilegal, antara lain yaitu :
- Segera Lunasi
- Laporkan ke SATGAS PASTI
- Jika tidak sanggup membayar, ajukan keringanan seperti pengurangan bunga dan lain-lain
- Jangan mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama
- Jika mendapat penagihan tidak beretika segera blokir semua nomor kontak yang mengirimi teror.
Industri fintech dianggap mampu membantu meningkatkan inklusi keuangan, sebab jaringan internet yang luas dan dapat menjangkau hampir seluruh wilayah, nyatanya kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses berbagai lembaga dan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Industri fintech juga diyakini mampu menambah daya saing perekonomian nasional bila terus dikembangkan.


