lenterakalimantan.com, BANTUL – Anggota Satgas telah berkumpul dan bersiap untuk bekerja keras membangun jembatan harapan warga masyarakat Muntuk yang sejak tahun 82 telah dirintis hanya dengan menggunakan alat seadanya berupa gancu dan cangkul.
Masyarakat Dusun Muntuk serasa bermimpi bahwa harapan memiliki jembatan dan jalan yang menghubungkan dua wilayah akan tercapai berkat adanya TMMD. Secercah doa dipanjatkan semua anggota Satgas sebelum kegiatan pembangunan fisik dimulai, semoga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Dansatgas TMMD Letkol Inf Arif Hermad, SIP, MM terlihat terjun langsung memompa semangat Satgas dimana terik matahari saat ini sangat panas walaupun di musim penghujan.
Keringat yang membasahi tubuh Satgas tak dihiraukan, dengan hanya mengandalkan fisik mereka mengusung batu satu per satu didekatkan ke tukang ahli untuk dipasang. Suara molen pun berisik sibuk mengaduk semen dan kerikil untuk mengecor dudukan jembatan.
Terlihat ibu ibu separuh baya ikut terlibat membantu Satgas TMMD, mereka ikut datang karena menggantikan suami atau bapaknya yang harus mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Walaupun ada TMMD mereka juga harus memikirkan agar anaknya tetap bisa makan.
Lokasi TMMD di Dusun Tangkil Muntuk ini memang merupakan daerah pegunungan dan sebagian warga masyarakat hanya berpenghasilan rendah, untuk itulah desa atau kalurahan ini dijadikan sasaran TMMD oleh Kodim 0729/Bantul agar perekonomian warga bisa meningkat dengan pembangunan jembatan dan jalan yang menghubungkan dua kelurahan.
Siang itu di sela sela istirahat Dansatgas TMMD Letkol Inf Arif Hermad, SIP MM berada di Posko TMMD bersama Pak Lurah Marsudi (42) dan sebagian anggota Satgas TMMD.
Sambil menatap cuaca yang sangat terik Dansatgas dengan suara agak serak bertanya kepada Pak Lurah. Pak Lurah, tau gak kenapa di Muntuk ini dijadikan sasaran TMMD, pak lurah dengan yakin menjawab tau Komandan karena daerah saya ini sangat membutuhkan pembangunan fisik dimana lokasinya di pegunungan dan perbukitan serta daerah terisolir.
Waduh, bukan itu pak lurah, Jawab Dansatgas sambil meletakkan Stik Komando berwarna hitam yang selalu dibawa Dansatgas. Gini pak Lurah, selain yang pak Lurah sebutkan tadi ada pertimbangan lain, sehingga daerah ini dijadikan sasaran TMMD.
Dengan agak bingung, pak Lurah yang bernama Marsudi itu bertanya, “lalu pertimbangannya apa Komandan”
Dengan penuh serius Dansatgas TMMD menjelaskan bahwa di Daerah Bantul ini, dulunya merupakan Basis perjuangan Panglima Besar Soedirman. Sewaktu Yogyakarta mendapatkan serangan dari Belanda Panglima Soedirman berjuang secara gerilya ke arah selatan bersama pasukannya dengan rute Kretek, Parangtritis lanjut ke atas sampai daerah Ponjong Gunung Kidul, makanya setiap tahun ada kegiatan Napak Tilas Rute panglima Soedirman yang dilakukan sebagai upaya untuk mengenang perjuangan beliau.
“Terus Kaitannya dengan daerah saya, apa komandan”, tanya pak Lurah dengan nada serius
Pak Lurah, di Tangkil Muntuk ini daerahnya perbukitan dan dataran tinggi, ini juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai daerah pertahanan serta logistik wilayah apabila suatu saat negara dalam situasi perang, kan sekarang kita lihat berita di TV itu banyak negara negara yang perang, kita sebagai TNI garda terdepan bangsa harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi terhadap bangsa kita ini. Jadi manfaat pembangunan Jembatan ini selain mewujudkan harapan masyarakat juga merupakan jembatan perjuangan bagi kami Prajurit TNI apabila terjadi situasi perang.
Dansatgas juga menyampaikan beberapa pertimbangan lain yang akhirnya Dusun Tangkil yang masuk Kelurahan Muntuk menjadi sasaran TMMD. Pertimbangan pertama adalah karena Tangkil merupakan daerah terpencil sehingga perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah, yang kedua masih banyak warga masyarakat Tangkil yang hidup dibawah garis kemiskinan dimana fasilitas umum belum mampu digarap secara swadaya oleh masyarakat. Diharapkan dengan adanya jembatan dan jalan yang menghubungkan Kelurahan Muntuk dengan Kelurahan Temuwuh dapat membuka akses serta dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat.


