lenterakalimantan.com, RANTAU – Direktur RSUD Datu Sanggul, Milhan, menyebut sebelumnya RSUD Datu Sanggul Tapin telah mendapatkan akreditasi dengan nilai paripurna, namun berhubung pemindahan rumah sakit ke tempat rumah sakit yang baru, maka akreditasi harus kembali dilakukan.
Akreditasi secara offline dengan mengunjungi langsung RSUD Datu Sanggul selama dua hari. Sebelumnya telah dilakukan akreditasi secara online.
“Akreditasi dilakukan dari segi management, pelayanan, fasilitas rumah sakit dan dari segi administrasi juga mendapat perhatian,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini RSUD hanya kekurangan dokter Jantung, dokter bedah tulang, bedah tumor, bedah dada dan rehab medik. Diharapkan dengan penerimaan CPNS nanti bisa melengkapi dan bisa membantu masyarakat yang memerlukan dokter spesialis.
“Sedang untuk dokter spesialis spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter kandungan, bedah dokter bius sudah kita miliki sekitar 17 orang dokter, dan kekurangan dokter lainnya insyaallah akan segera kita lengkapi,” bebernya.
Dalam pertemuan itu, Pj Bupati Tapin M Syarifuddin juga menaruh harapan bahwa dengan adanya akreditasi ini tidak ada lagi fasilitas maupun pelayanan rumah sakit Datu Sanggul yang dibawah standar.
“Walau kita tahun 2023 telah mendapatkan akreditasi paripurna untuk rumah sakit lama, karena kita telah menempati rumah sakit yang baru, maka kita kembali harus mendapatkan akreditasi atau penilaian kembali. Dan mudah – mudahan hasilnya tidak berubah dan kita bisa kembali mendapatkan akreditasi paripurna,” harapnya.
Guna mencapai harapan tersebut, Pj Bupati Tapin berharap adanya masukan – masukan dari surveyor yang relevan guna mengembangkan rumah sakit kedepannya.
Seperti diketahui, dalam penyambutan ini juga turut dihadiri Aspem Kesra Zainal Abidin, Kepala Inspektorat Unda Absori, Direktur RSUD Datu Sanggul Milhan, Kepala Dinas Kesehatan Alfian Yusuf serta ketua dewan pengawas dan anggota pengawas RSUD Datu Sanggul.


