lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Masjid Apung Ziyadatul Abrar di pesisir Pantai Pagatan menjadi salah satu ikon yang membanggakan masyarakat Tanah Bumbu. Dengan menyajikan pemandangan indah di tepi laut, masjid ini menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan yang ingin mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan religius.
Terletak di jalan Nasional lintas Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Sungai Lembu, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, masjid ini menawarkan pengalaman unik dengan berdirinya kokoh di atas laut dengan memberikan sensasi shalat layaknya di atas kapal.
Dengan arsitektur yang megah, terlihat jelas kubahnya menyerupai bentuk layar kapal yang menjulang tinggi. Keamanan masjid ini selalu terjaga dengan baik oleh petugas dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja. Setiap hari, masjid Ziyadatul Abrar ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah.
Bagi pengunjung yang ingin masuk ke dalam masjid atau sekadar berfoto, terdapat syarat ketentuan yang harus dipatuhi, seperti berpakaian sopan dan bagi perempuan wajib mengenakan kerudung serta menutup aurat, sesuai yang terpampang di papan pengumuman.
Salah satu pengunjung, Mega Widjayanti, dari Kecamatan Batulicin, berbagi pengalamannya dengan media lenterakalimantan.com. “Ini pertama kalinya saya masuk ke masjid ini. Fasilitasnya lengkap, suasana di dalamnya sejuk dengan adanya AC, dan interior masjidnya sangat megah seperti masjid Madinah. Terlebih saat malam hari, pencahayaan lampunya terlihat indah,” ujarnya.
Lanjutnya, “malam ini, kami bersama keluarga berbuka puasa terlebih dahulu di warung di sekitar Pantai Pagatan. Setelah itu, kami menuju Masjid Ziyadatul Abrar untuk melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah,” tambahnya.
Meskipun jaraknya sekitar 45 kilometer dari Kota Batulicin, Mega dan keluarganya rela menggunakan motor untuk menuju masjid tersebut. “Kami butuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Batulicin menuju Masjid Ziyadatul Abrar di jalan Nasional di pesisir Pantai Pagatan ini,” jelasnya.
“Menghabiskan waktu berbuka puasa di tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam dari atas masjid apung yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Bumbu ini benar-benar memberikan pengalaman yang berkesan,” tutup Mega.
Informasi tambahan, Masjid Apung Ziyadatul Abrar dibangun sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Borneo Indobara (BIB) untuk dipersembahkan kepada masyarakat Tanah Bumbu. Pada tanggal 26 November 2024, masjid ini diresmikan langsung oleh Bupati Tanah Bumbu H.M. Zairullah Azhar.


