lenterakalimantan.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) menguji coba teknologi tanam padi apung untuk yang pertama kali di kawasan rawa Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).
Penanaman perdana ini dilakukan Pemkab HST bekerja sama dengan Kelompok Tani Bersatu di Desa Sungai Buluh. Total ada puluhan ribu lubang yang ditanam guna menghadapi ketidakpastian cuaca pada 2024.
Kepala Dinas Pertanian HST, Budi Satrya Tanjung pada hari Minggu (31/3/2024) mengatakan, teknologi tanam padi apung sebagai langkah mengantisipasi daerah sawah yang rawan banjir saat musim penghujan atau bahkan kekeringan jika musim kemarau tiba.
Untuk itu, menurut pihaknya, lahan rawa sangat potensi sebagai opsional di saat cuaca tidak pasti entah hujan atau kemarau. Pada tahap uji coba padi apung ini, petani mendapatkan bantuan 500 lembar styrofoam yang bisa menghasilkan 10.500 lubang.
“Luas lahan rawa yang sudah ditanam padi apung sekitar satu hektare lebih. Kita akan lihat perkembangannya seperti apa akan kita pantau,” bebernya.
Budi melanjutkan, bantuan yang dialokasikan dari APBD 1 provinsi setempat, petani juga mendapatkan bantuan pupuk, termasuk Benih Padi Mekongga. Padi jenis Mekongga ini memiliki keunggulan tingkat produksi tinggi, tanaman kokoh, tahan roboh, tahan penyakit, dan tekstur nasinya pulen.
“Teknologi padi apung sangat berpotensi diterapkan di daerah rawa lebak seperti di Kabupaten HST. Ke depan tentu akan menjadi andalan bagi petani ketika cuaca sulit diprediksi. Apalagi masa panen bisa minimal dua kali dalam satu tahun,” paparnya.
Berbicara potensi, Budi memaparkan, luas potensi lahan rawa lebak yang bisa diterapkan teknologi tanam padi apung di HST ada sekitar 3.600 hektare lebih. Lokasinya terdapat di Kecamatan Pandawan dan Kecamatan Labuan Amas Utara.
“Kita berharap uji coba padi apung ini berhasil. Tetapi ini sudah kita analisa, tentu akan memberikan hasil dan membantu para petani saat dalam kondisi kesulitan seperti musim banjir atau kemarau,” tutupnya.


