lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Tempat yang diduga akan dijadikan galian emas di Desa Durian Bungkuk RT 06, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, tepat di samping sebelah kiri halaman depan rumah warga pemilik lahan.
Meski terhalang tembok pembatas, galian itu berdampingan dengan rumah warga setempat.
Dilokasi galian lubang emas tampak ada sebuah sumur yang ditutup dengan tripleks, beberapa kayu galam masih menancap di atas tumpukan tanah yang berbatu warna kuning.
Diperkirakan diameter tempat itu lebar 2 meter dan panjang 3 meter yang tidak terlalu lebar.
“Awalnya warga kami ini menggali sumur, ditemukan ada batu indikasinya mengandung emas,”kata Fathur Kepala Desa Durian Bungkuk, saat dilokasi, Senin (29/4/2024).
Menurutnya, warga yang merasa penasaran lantas menggali lubang di samping sumur yang semula sudah ada.
“Menggalinya juga dengan alat seadanya tidak ada alat-alat lain, dan hasilnya pun belum didapat,”ucapnya.
Fathur mengaku, sebagian masyarakat di desanya menggantungkan hidupnya sejak puluhan tahun dengan cara manual mencari emas ,itu pun tidak banyak yang didapat paling banyak 2-3 gram dalam satu bulan.
“Persoalan baru ini saja dikarenakan galiannya dekat dengan pemukiman warga,”ucapnya.
Ia bilang, penutupan galian yang akan dijadikan lubang galian emas manual setelah pihak tetangga yang berdekatan lokasi itu, melaporkan desa.
“Lubang galian emas sudah lama ditutup kalau tidak salah masih suasana bulan puasa,”ujarnya.
Tidak lama kemudian warga yang merasa keberatan adanya lubang tambang emas datang ke kantor desa membawa organisasi mahasiswa HMI dan IMM Kalimantan Selatan.
“Saya minta bisa diselesaikan secara kekeluargaan kenapa harus melalui pidana , masalahnya tidak terlalu besar, saya berharap, permasalahan lubang galian emas sudah selesai jangan dipermasalahkan lagi,”pungkasnya.


