lenterakalimantan.com, RANTAU – Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik sosial, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tapin mengadakan sosialisasi deteksi dini di Kecamatan Hatungun, pada Selasa (14/05/2024).
Acara ini berlangsung di Aula Kecamatan Hatungun dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta sejumlah pejabat penting.
Kepala Badan Kesbangpol Tapin, Aulia Ulfah, membuka acara ini secara resmi menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah konflik sosial sejak dini.
“Setiap gejolak yang mungkin terjadi di masyarakat wajib dicegah. Di sini, peran masyarakat sangat penting. Jika ada informasi sekecil apapun terkait gangguan, harus dilaporkan mulai dari tingkat RT dan kepala desa hingga pihak berwenang,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya Camat Hatungun Slamet Suryanto, perwakilan Danramil 1010-04/Binuang Peltu M Noor, Kapolsek Hatungun Ipda Didi, serta perwakilan Polres Tapin Ipda Imam Subhan. Mereka memberikan pemaparan mengenai pentingnya kewaspadaan dini dan langkah-langkah konkret yang bisa diambil oleh masyarakat.
Peserta sosialisasi terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Hatungun. Hadir pula Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Tapin, Helda Yuliana SH, beserta jajarannya.
Aulia Ulfah menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini didasari oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri No.49 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 2018. Tujuannya adalah agar masyarakat mampu mendeteksi dini gangguan dan ancaman keamanan atau hal-hal yang berpotensi menjadi konflik.
“Dengan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat mampu mendeteksi potensi-potensi yang menimbulkan gesekan di tengah masyarakat, serta melakukan upaya antisipasi agar konflik tidak terjadi. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan mencegah infiltrasi paham-paham radikal,” jelas Aulia Ulfah.
Camat Hatungun, Slamet Suryanto, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat.
“Sehingga jika ada kejadian yang bisa membahayakan kesatuan NKRI, bisa secara dini kita selesaikan dan kita filter agar tidak meluas,” katanya.
Ia mengajak masyarakat dan organisasi di desa-desa untuk memantau secara aktif sumber konflik dan segera menanganinya.
Acara sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan konflik sosial dan memperkuat peran serta masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayahnya masing-masing.


