lenterakalimantan.com, PARINGIN – UPTD Puskesmas Uren menargetkan 100 persen pemberian vaksin polio di Kecamatan Halong, meski melalui medan ekstrim untuk melaksanakan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio harus tetap dilaksanakan.
Kepala UPTD Puskesmas Uren, Kecamatan Halong, Rahmad Yusliansyah, menyampaikan pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan pemberian imunisasi vaksin Polio untuk masyarakat, meskipun akses atau medan yang dilalui memicu adrenalin.
“Target pemberian vaksin Polio harus mencapai 100 persen, meskipun kendala akses jalan menuju pelosok pedalaman tidak bisa menggunakan roda dua, maka terpaksa harus jalan kaki, jadi perlu ekstra usaha untuk melaksanakan vaksin Polio, sesuai dengan yang ditargetkan oleh Dinas Kesehatan Balangan, saat ini target sudah berjalan 63 persen, dan masih ada sejumlah posyandu, juga anak-anak sekolah terpencil yang belum didatangi,” ungkapnya, Selasa (30/7/2024).
Ia berharap, pemberian vaksin Polio bisa berjalan sesuai target, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren, di samping program nasional, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah adanya penyakit Polio, meskipun harus ke pedalaman Halong.
“Kami berupaya, dan berusaha semaksimal mungkin mencapai target yang ditentukan, karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus kita laksanakan, juga memaksimalkan program Polio di Puskesmas Uren,” ucap Kepala UPTD Puskesmas Uren, Rahmad Yusliansyah.
Secara terpisah, Koordinator Imunisasi (Korim) UPTD Puskesmas Uren, Lini Sumiati, mengatakan bahwa, terkait sasaran imunisasi vaksin Polio ini, adalah anak-anak usia nol hingga depalan tahun kurang satu hari, sampai saat ini imunisasi yang telah dilaksanakan lebih dari 50 persen di sejumlah posyandu dan sekolah.
“Tugas lapangan sudah melebihi angka diatas 50 persen, ada beberapa posyandu dan sekolah lagi, insyaallah pada 5 Agustus 2024, semua akan rampung dilaksanakan, sasaran imunisasi kali ini menyasar anak untuk kelahiran Juli 2016 sampai sekarang,” bebernya.
Ia juga menyampaikan, pemberian imunisasi polio sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat ada kejadian luar biasa (KLB) polio di Papua, sehingga mendorong Kemenkes untuk melaksanakan imunisasi Polio di seluruh Indonesia.
“Kendala dan tantangan yang dihadapi yakni jarak tempuh yang masih sulit dilalui roda dua, selebihnya diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan edukasi Polio yang sudah disosialisasikan,” pungkasnya.


